Pernah Minta Jonru Dipolisikan, Akbar Faisal Kini Justri Dilaporkan ke Polisi - KONTENISLAM.COM

Breaking

Home Top Ad

Kamis, 14 September 2017

Pernah Minta Jonru Dipolisikan, Akbar Faisal Kini Justri Dilaporkan ke Polisi



kontenislam.com - Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Akbar Faisal dilaporkan oleh pengacara Elza Syarief ke Polda Metro Jaya terkait tuduhan yang dinilai fitnah dan pencemaran nama baik melalui media elektronik.

“Dia (Akbar) bilang kalau saya tidak mencabut keterangan dan tidak minta maaf akan menjadi musuh dia dan seluruh anggota DPR RI,” kata Elza di Jakarta, Selasa (12/9).

Elza melaporkan Akbar berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/4348/IX/2017/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 12 September 2017.

Elza menyatakan Akbar membentuk opini menggunakan salah satu media massa dengan judul berita “Akbar Faisal menuding Elza sebagai kaki tangan Nazaruddin”.

Elza menilai pernyataan Akbar itu bertujuan agar masyarakat membenci dirinya karena membela terpidana korupsi Nazaruddin.

Wanita berprofesi sebagai advokat itu menyebutkan anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem itu menuduh Elza mantan narapidana, membuat akta palsu pada sidang Nazaruddin.

Bahkan Elza dituduh menyusun Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pada kasus Nazaruddin yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).“Itu fitnah dan membentuk opini supaya orang benci saya,” ujar Elza.

Elza menegaskan pihak legislatif tidak dapat mencampuri urusan pihak penegak hukum dan yudikatif terkait laporan tuduhan pencemaran nama baik melalui media massa itu.

Sebelum dipolisikan, Akbar Faisal sebenarnya pernah meminta kepolisian untuk mempolisikan aktivis media sosial, Jonru.

Dalam acara Indonesia Lawyer Club pada Selasa (29/8/2017) malam. Akbar Faizal bertanya pada Jonru apakah benar dia menulis di status Facebook-nya bahwa orang tua presiden Jokowi tidak jelas.

Setelah mendengarkan jawaban itu, Akbar Faisal langsung menyarankan polisi untuk menindaklanjuti pengakuan Jonru tersebut. Akbar Faisal menganggap pernyataan Jonru tersebut merupakan penghinaan terhadap presiden.sumber: ngelmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar