3 Cara Bedakan Fakta dan Berita Hoaks Ala Pakar Komunikasi UI - KONTENISLAM.COM

Breaking

Home Top Ad

Minggu, 11 Maret 2018

3 Cara Bedakan Fakta dan Berita Hoaks Ala Pakar Komunikasi UI



kontenislam.com - Banyaknya kabar hoaks atau fake news, seseorang jadi sulit mengidentifikasi berita yang faktual atau factual news. Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Prof. Ibnu Hamad menyampaikan tips untuk membedakan keduanya.

“Dilihat dari tiga sisi,” ungkapnya dalam diskusi bertema “WarOnHoax” yang diadakan Jurnalis Islam Bersatu (JITU) di Masjid Abu Bakar, Jakarta, Sabtu (09/03/2018).

Pertama sisi pembubuhan berita; fact news itu rasional dan berdasarkan deskripsi, sedangkan fake news itu emosional dan imajinasi. Kedua dari sisi framing; fact news berdasarkan kenyataan, adapun fake news keinginan opini. Dan ketiga dari sisi dasar berita; fact news itu proposional (netral dan impartial), sedangkan fake news berlebihan.

Ia juga mengungkapkan bahwa  fake news, hoax, post truth dan post fact banyak dipraktikkan. Terutama oleh para pihak yang terlibat dengan perebutan pengaruh demi kepentingan masing-masing. Mereka menciptakan opini publik melalui pembuatan wacana yang dengan sengaja mengabaikan fakta obyektif; tetapi mengedepankan emosi.

“Media besar pun berperan dalam hal itu. Framing yang berlebihan, isinya fakta tetapi judulnya mensudutkan, bahkan menjustifikasi seseorang atau lembaga. Seharusnya media dalam memberitakan datar-datar saja sesuai fakta,” katanya.

Ia menjelaskan dalam praktik post truth contohnya adalah membuat pernyataan kosong atau empty assertion (Davis, 2017). Pernyataannya bukan hanya tidak benar tetapi tidak banyak berhubungan dengan fakta termasuk sangat sedikitnya usaha untuk menghubungan pernyataan tersebut dengan fakta.

Post truth adalah sifat dari suatu keadaan di mana daya tarik emosional lebih berpengaruh dalam membentuk opini publik daripada fakta yang objektif.

“Yang paling menonjol dari post truth adalah di dunia politik. Aktor politik yang menyewa buzzer bayaran merupakan pihak yang gemar melakukan post truth. Konsultan politik juga ditengarai, sering melakukan post truth.sumber: kiblat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar