Home Top Ad

News Feed

Senin, 22 April 2019

Gara-gara 02 Menang Telak, Boikot Nasi Padang? Ini Tanggapan Luar Biasa Orang Minang


KONTENISLAM.COM - Ada pepatah di Minangkabau:

Kamanakan barajo ka mamak
Mamak barajo ka panghulu
Pangulu barajo ka mufakat
Mufakat barajo ka nan bana
Bana badiri sandirinyo
Bana manuruik alua jo patuik
Manuruik patuik jo mungkin

 Artinya, orang Minang tidak akan mengikuti pimpinannya jika mereka menganggap sesuatu itu tidak benar. Bagi orang Minang, yang paling tinggi itu adalah kebenaran, kebenaran itu berdiri sendiri. Kebenaran ada jalannya sendiri.

 Jadi, walaupun 11 Bupati dan Walikota di Sumbar mendukung 01, hanya walikota Padang yang terus terang mendukung dan menghadiri kampanye 02, Gubernur Sumbar yang kader PKS memilih menghindar dengan ke Jepang waktu kedatangan Capres 02, rakyat tetap akan memilih yang mereka anggap benar. Rakyat tidak akan mengikuti pilihan Kepala Daerah (Raja) mereka sepanjang itu tidak mereka anggap sebagai sesuatu yang benar.

 Tidak usahlah menghimpun opini dengan menyuarakan boikot nasi Padang, karena orang Padang akan selalu bersikap kritis kepada siapapun penguasa dan akan selalu memihak kepada sesuatu yang mereka anggap benar.

 Walaupun banyak orang Minang pedagang, tetapi dalam hal sesuatu yang mereka anggap kebenaran, mereka tidak akan melakukan transaksi politik. Tidak ada dagang kebenaran bagi orang Padang.

 Yang harus dilakukan untuk meyakinkan orang Minang adalah yakinkan mereka bahwa agama dan aqidah mereka akan terpelihara, dan yakinkan mereka bahwa apa yang dilakukan adalah kebenaran.

 Percaya dan yakinlah, bahwa orang Minang sangat nasionalis, mulai dari zaman kemerdekaan sampai sekarang. Pejuang-pejuang zaman kemerdekaan sangat banyak yang berasal dari Minangkabau.

 Salam akal sehat.

 Padang, 22 April 2019

dr. Patrianef
 (Pegiat Sosial dan Kesehatan)

 *NB: Di Sumbar, paslon 02 Prabowo-Sandi menang telak 90,45%.

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: facebook.com/KONTENISLAMCOM | Flow Twitter Kami: @beritaislam