Dukun Gelar Ritual untuk Pelantikan Presiden, MUI: Itu Sesat - Konten Islam

Dukun Gelar Ritual untuk Pelantikan Presiden, MUI: Itu Sesat



KONTENISLAM.COM - Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menanggapi adanya dukun yang melakukan ritual untuk ‘mengamankan’ pelantikan presiden. Menurutnya, jika yang melakukan adalah orang selain Islam tidak masalah.

Anwar menilai, setiap ritual keagamaan dilindungi undang-undang.

“Di negeri ini kan agama bermacam-macam dan juga ada aliran kepercayaan. Jadi kalau yang melakukan itu datangnya dari orang non Islam ya silahkan saja. Kan mereka juga punya ritual dan ibadah sendiri dan apa yang mereka lakukan itu juga dilindungi oleh UU,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Sabtu (19/09/2019).

Tapi, kata dia, kalau dari kalangan Islam maka ritual semacam itu tidak perlu dan bahkan harus dijauhi. Sebab, umat Islam hanya boleh meminta perlindungan kepada Allah.

“Kita umat Islam jika punya keinginan dan hajat maka kita berdoa saja kepada Allah swt. Meminta pertolongan dan perlindungan kepada-Nya agar acara yang akan kita selenggarakan berjalan dengan baik dan lancar,” paparnya.

“Oleh karena itu, dalam perspektif Islam kalau ada umat Islam yang melakukan hal itu dengan meminta bantuan kepada dukun atau kepada selain dari Allah swt maka praktek yang seperti itu jelas merupakan perbuatan yang sesat dan tercela,” pungkasnya.

Sebelumnya, Seorang dukun bernama Ki Sabdo melakukan ritual di MPR supaya pelantkan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin nanti aman terselenggara. Ia mengklaim telah memanggil Nyai Roro Kidul, Nyi Blorong, jin kayangan, dan lain-lain. Semua itu dia panggil untuk mengamankan pelantikan Jokowi-Ma’ruf pada Minggu (20/10) besok.[kiblat]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: facebook.com/KONTENISLAMCOM | Flow Twitter Kami: @beritaislam

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel