PERNYATAAN SIKAP MENGUTUK DAN MENGECAM KERAS PIDATO SUKMAWATI YANG MERENDAHKAN NABI MUHAMMAD SAW - Konten Islam

PERNYATAAN SIKAP MENGUTUK DAN MENGECAM KERAS PIDATO SUKMAWATI YANG MERENDAHKAN NABI MUHAMMAD SAW



بسم الله الرحمن الرحيم


Sebagaimana diketahui bersama, dalam pidatonya Sukmawati telah mengeluarkan pernyataan yang membandingkan peran Nabi Muhammad SAW dengan Ir. Soekarno, dalam konteks perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia di Abad ke 20. Pidato tersebut disampaikan dalam sebuah diskusi bertema "Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkap Radikalisme dan Berantas Terorisme”.

Berkenaan dengan hal itu, kami Elemen Umat Islam dan Tokoh Islam yang terhimpun dalam Aliansi Organisasi Masyarakat Islam (AOMI) menyatakan :

1. Mengutuk dan mengecam keras tindakan pelecehan yang dilakukan oleh Sukmawati, yang terlalu berani dan lancang mempertanyakan dan membandingkan peran Nabi Muhammad SAW dengan Ir. Soekarno, dalam konteks perjuangan untuk kemerdekaan Indonesua di Abad ke 20.

2. kami menyatakan tersinggung dan marah, sosok mulia baginda Nabi Muhammad SAW dibanding-bandingkan oleh Sukmawati. Tindakan ini merupakan pelecehan kepada sosok Baginda Rasulullah Muhammad SAW. Apalagi, Sukmawati bukan sekali ini saja melakukan tindakan yang melukai perasan umat Islam dan lebih parah tindakan ini dilakukan di bulan Maulid, dimana seluruh umat Islam sedang merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

3. Kami mendukung dan mengapresiasi langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah mengambil sikap, dimana MUI menyatakan pidato Soekmawati telah menyinggung hati dan perasaan umat Islam. Akibat dan dampak dari pidato tersebut, telah membuat banyak elemen masyarakat yang mengungkapkan kekecewaannya. dan selanjutnya MUI menghormati proses hukum yang diberlakukan kepada Sukmawati. MUI juga menghimbau kepada masyarakat untuk menghormati dan menempuh jalur hukum yang tersedia.

4. Kami mendesak agar aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas dugaan tindak pidana penodaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati, sebagaimana diatur dalam pasal 156a KUHP. Sukmawati wajib diadili didalam persidangan yang terbuka untuk umum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

5. Kami menghimbau kepada segenap elemen umat Islam di daerah agar turut menempuh langkah hukum untuk melaporkan dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Soekmawati kepada aparat penegak hukum terdekat baik ditingkat Polda maupun Polres di seluruh wilayah kesatuan Negara Republik Indonesia, sebagai bentuk kecintaan dan pembelaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Selanjutnya, kami ingatkan kepada seluruh kaum muslimin agar melipatgandakan perjuangan untuk menegakan Syariah Islam secara kaffah. Karena, hanya dengan tegaknya Syariah Islam secara kaffah saja yang mampu menjadi jaminan pelindung agama dan kemuliaan Nabi SAW, sekaligus menjaga Marwah dan Syiar Islam demi tegaknya izzul Islam wal Muslimin.


Hasbunallah Wani'mal wakil Ni'mal Maula Wani'man Nashier.


* الحمد لله ربّ العالمين*


Demikian pernyataan disampaikan.

Jakarta, 22 November 2019


Ketua AOMI

ttd

Habib Halilulloh Al Habsy



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel