Singgung Jamaah UAS Pose 2 Jari, Agus: Tolong Bantu KPK Tetap di Jalan yang Lurus - Konten Islam

Singgung Jamaah UAS Pose 2 Jari, Agus: Tolong Bantu KPK Tetap di Jalan yang Lurus

Singgung Jamaah UAS Pose 2 Jari, Agus: Tolong Bantu KPK Tetap di Jalan yang Lurus

KONTENISLAM.COM - Ketua KPK Agus Rahardjo bercerita tentang dirinya yang dibanjiri pertanyaan usai Ustaz Abdul Somad (UAS) mengisi ceramah di KPK. Apalagi, kata Agus, beredar foto-foto jemaah yang berpose dua jari seolah Pemilu belum usai.

Agus awalnya bicara tentang KPK yang bertujuan memperkuat NKRI lewat pencegahan dan pemberantasan korupsi. Dia mengatakan dalam menjalankan tugas, KPK selalu berkontribusi untuk memperkuat persatuan dan kesatuan Indonesia.

"Insan KPK dalam melaksanakan tugasnya dan dalam kehidupannya sehari-hari wajib selalu berpedoman kepada Dasar Negara Pancasila, Landasan Konstitusional UUD 45, serta Lambang Negara Garuda Pancasila yang semboyannya Bhinneka Tunggal Ika," kata Agus, Jumat (22/11/2019).

Dia menjelaskan soal kehidupan beragama di KPK yang baik dan harmonis. Setiap umat beragama di KPK memiliki kesempatan untuk menjalankan ibadah bahkan menghadirkan penceramah dalam kegiatan agama dengan syarat harus mengedepankan persatuan dan toleransi.

"Kehidupan beragama di KPK berjalan baik dan harmonis. Hari Jumat, seperti hari ini, yang Islam salat Jumat di masjid Al Ikhlas Lantai III Gedung KPK, yang Nasrani juga melakukan kebaktian (dalam jemaah Oikumene) juga di lantai III Gedung KPK. Syaratnya ustaz atau pengkhotbah untuk agama apapun di KPK harus mengedepankan persatuan dan toleransi. Yang tidak boleh ditoleransi oleh insan KPK adalah tindak pidana korupsi," ucapnya.

Agus kemudian bicara terkait diundangnya UAS oleh salah satu pegawai KPK. Menurut Agus, dirinya menghormati UAS selaku ulama yang memiliki ilmu tinggi dan ceramahnya bagus.

"Sebagai umat Islam saya menghormati UAS, mengakui ilmu dan pemahaman beliau tentang Agama Islam sangat bagus dan tinggi, apalagi beliau alumi Timur Tengah (Al Azhar Mesir, dan dari al- Hadith al-Hasaniyyah Morocco). Saya dengar ceramahnya di KPK juga cukup bagus," tutur Agus.

Namun menurutnya, UAS pernah menimbulkan kontroversi yang seharusnya tak boleh dipelihara oleh insan KPK. Agus pun mengaku dirinya dibanjiri pertanyaan usai UAS mengisi tausiah di KPK.

"Dugaan pimpinan benar, selesai UAS khotbah di KPK, kami (pimpinan KPK) dibanjiri dengan pertanyaan-pertanyaan dari berbagai pihak," tutur Agus.

Agus menyebut pertanyaan itu terkait dengan foto-foto yang beredar menunjukkan jemaah tausiah UAS di KPK berpose 2 jari. Dia menilai hal tersebut membuat insan KPK dianggap seolah memelihara kontroversi dan dirinya sangat menyesalkan hal tersebut.

"Apalagi dalam foto yang beredar banyak jemaah yang masih menunjukkan simbol dua jari, yang seolah-olah pemilu belum selesai. Komentar terhadap ceramah UAS di KPK sangat bermacam-macam, saya yakin anda juga mengetahui. Artinya, seolah-olah seperti insan KPK memelihara kontroversi tetap berlangsung. Kejadian seperti ini yang sangat kami sesalkan. Lagi saya tekankan, seolah kami memelihara kontroversi," ujar Agus.

Oleh sebab itu, Agus mengatakan pegawai yang mengundang UAS bakal diperiksa karena dirinya dan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif sudah sempat melarang agar UAS tak diundang. Dia menegaskan pemeriksaan pegawai tersebut karena kemungkinan adanya ketidakpatuhan atau insubordinasi dengan pimpinan.

"Tolong kami dibantu membawa KPK tetap berada di jalan yg lurus, jalan yang diridhoi Allah SWT, untuk melawan korupsi yang menjadi musuh utama bangsa dan negara Indonesia," ucap Agus.

UAS sebelumnya mengisi tausiah tentang penguatan mental di KPK pada Selasa (19/11). UAS menjelaskan inti tausiahnya ialah soal pentingnya memiliki integritas. Menurutnya, Islam mengajarkan, kecurangan sedikit apa pun akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

"Tentang integritas, bagaimana dalam Islam, kita diajari, sebesar biji sawi pun kecurangan akan dituntut di hadapan Allah SWT," ucapnya.

"Saya bercerita bagaimana dalam Islam diajarkan, dalam salat kita tidak bergerak, padahal bergerak itu boleh. Pada puasa kita tidak makan, padahal makanan itu halal. Karena hanya mendidik kita. Tidak ada gunanya ibadah kalau kita aniaya orang, kita makan haram, doa tidak dikabulkan Allah," sambung UAS. [detik]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Kabar Politik | Flow Twitter Kami: @KabarTerkini8

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel