Soal Cadar Dan Celana Cingkrang, Gerindra: Pemerintah Sudah Seperti Penguasa Roma - Konten Islam

Soal Cadar Dan Celana Cingkrang, Gerindra: Pemerintah Sudah Seperti Penguasa Roma

Soal Cadar Dan Celana Cingkrang, Gerindra: Pemerintah Sudah Seperti Penguasa Roma

KONTENISLAM.COM -  Gonjang-ganjing yang dipicu oleh imbauan Menteri Agama Fachrul Razi soal celana cingkrang dan cadar yang dianggap dekat dengan radikalisme terus mendapat perhatian publik. Jika jadi diterapkan, pemerintahan Joko Widodo tak ada bedanya dengan penguasa Roma di zaman dahulu.

Terlebih, soal cadar dan celana cingkrang ini adalah hak dasar manusia dalam menjalankan kepercayaannya.

"Orang menjalankan ibadah dengan keimanan yang berbeda secara umum. Misalnya pakai cadar, jenggotan, dan celana cikrang masa disebut manipulator agama atau radikalisme sih sama pemerintah Joko Widodo? Itu kan hak dasar manusia dalam mengimani kepercayaannya," ucap Arief Poyuono, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (6/11).

Dalam pandangan Arief, pelarangan cadar dan celana cingkrang itu sama saja mengambil hak Allah. Di mana hak untuk menilai keimanan seseorang dalam mengimani sebuah kepercayaan adalah hak Allah.

Lanjut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut, kalau menyebut para pemakai cadar dan celana cingkrang sebagai manipulator agama dan radikalisme, maka pemerintah Joko Widodo tidak ada bedanya dengan penguasa Roma di Israel.

Yaitu Pontius Pilatus dan orang-orang Yahudi ahli Taurat yang meminta Yesus Kritus disalib karena keimanan kepada Allah yang diajarkan Yesus berbeda dengan ajaran ahli-ahli Taurat kepada orang Yahudi," tegas Arief.

"Tidak hanya menyalib tetapi juga memerintahkan membunuh murid-murid Yesus semuanya," tandasnya. (Rmol)

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: facebook.com/KONTENISLAMCOM | Flow Twitter Kami: @beritaislam

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel