Fakta-fakta Terbaru Rapid Test Corona di Indonesia - Konten Islam

Covid-19 di Indonesia

Positif
Jiwa
Positif
Meninggal
Jiwa
Meninggal
Sembuh
Jiwa
Sembuh

Fakta-fakta Terbaru Rapid Test Corona di Indonesia

Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)

KONTENISLAM.COM - Pemerintah menjelaskan pemeriksaan rapid test yang tengah dilaksanakan terkait penanganan virus Corona (COVID-19). Rapid test merupakan pemeriksaan antibodi (zat yang dibentuk untuk memusnahkan bakteri atau virus) yang berada di dalam darah.

Perkembangannya, ada fakta-fakta terkait rapid test Corona di Indonesia. Fakta pertama, bila rapid test pertama menunjukan hasil negatif, maka pemeriksaan akan diulang kembali pasca 10 hari. Kedua, butuh waktu 6-7 hari agar antibodi terbentuk. Ketiga, ada dua kelompok yang menjadi prioritas dalam pemeriksaan metode rapid test

"Rapid test atau tes cepat ini yang kita laksanakan sekarang. Beberapa hari yang lalu sudah kita laksanakan dan sekarang berikutnya masih kita laksanakan menggunakan metode pemeriksaan antibodi. Jadi bukan melakukan pemeriksaan langsung terhadap virusnya," kata Jubir Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang disiarkan secara live melalui akun YouTube BNPB, Selasa (24/3/2020).

Yuri, sapaan karib Achmad, mengatakan pemeriksaan langsung ke virus Corona menggunakan metode berbasis antigen (zat yang dapat merangsang pembentukan antibodi jika diinjeksikan ke dalam tubuh). Yaitu, sebut dia, dengan memeriksa bagian rongga belakang hidung atau mulut.

"Karena kalau memeriksa langsung terhadap virusnya, maka kita menggunakan pemeriksaan yang kita sebut berbasis pada antigen. Yang kita gunakan adalah melakukan pemeriksaan dengan swab, dengan apusan, usapan yang dilaksanakan di dinding belakang rongga hidung atau di belakang rongga mulut," ujar Yuri.

Dari penjelasan Yuri soal rapid test yaitu pemeriksaan antibodi dalam darah. Ada tiga fakta terbaru terkait pemeriksaan rapid test Corona di Indonesia.

Berikut fakta-fakta terbaru rapid test di Indonesia:

Rapid Test Corona Akan Diulang Pasca 10 Hari

Yuri menjelaskan rapid test virus Corona menggunakan metode pemeriksaan antibodi. Nantinya, jika hasil rapid test menunjukkan negatif Corona, maka pemeriksaan akan diulang kembali pasca 10 hari.

"Yang bisa dilakukan mana kala pemeriksaan pertama negatif adalah mengulang kembali. Kita telah menyepakati bahwa kita akan mengulang kembali setelah 10 hari," kata Yuri melalui siaran langsung di laman YouTue BNPB, Selasa (24/3/2020).

Pemeriksaan kedua dilakukan karena hasil tes negatif bukan jaminan tak terinfeksi. Dia mengatakan, bisa saja orang tersebut terinfeksi namun masih pada tahap awal lantaran antibodi belum terbentuk.

"Pemeriksaan rapid test dengan menggunakan basis antibodi tentunya kalau hasilnya negatif, kita belum bisa memberikan jaminan bahwa ybs tidak terinfeksi. Bisa saja terinfeksi tapi pada tahap-tahap awal. Karena antibodinya belum terbentuk," jelasnya.

Butuh Waktu 6-7 Hari Antibodi Terbentuk

Yuri mengungkapkan, butuh waktu 6 hingga 7 hari agar antibodi terbentuk. Dari antibodi tersebut lah, kemudian identifikasi virus Corona bisa dilakukan.

"Dibutuhkan waktu 6-7 hari terbentuknya antibodi yang kemudian bisa kita identifikasi sebagai positif dalam pemeriksaan rapid ini. Oleh karena itu yang bisa dilakukan mana kala pemeriksaan pertama negatif adalah mengulang kembali," tutur Yuri.

"Harapan kita bahwa antibodi itu sudah terbentuk dan kita bisa mengidentifikasinya," sambung dia.

Kendati demikian, Yuri menegaskan jika nantinya pada tes kedua hasil masih menunjukkan negatif, maka belum tentu ke depannya orang tersebut tidak akan terinfeksi Corona. Sebab, hasil negatif itu menunjukkan bahwasanya orang tersebut tidak memiliki antibodi.

"Kalau hasilnya positif maka kita yakini sedang terinfeksi oleh virus. Tapi kalau hasilnya negatif dua kali, kita bisa meyakini bahwa tidak terinfeksi oleh virus tetapi juga dimaknai tidak ada antibodi di dalam tubuhnya, artinya sangat mungkin bisa terinfeksi kalau mengabaikan upaya-upaya terhadap pencegahan," pungkas Yuri.

2 Kategori yang Dapat Prioritas Rapid Test Corona

Lebih lanjut, Yuri mengatakan pemerintah sudah menentukan dua kelompok yang menjadi prioritas dalam pemeriksaan metode rapid test virus Corona. Prioritas pertama ialah mereka yang pernah melakukan kontak dekat dengan pasien yang sudah terkonfirmasi positif virus Corona

"Di dalam konteks pemeriksaan rapid test ini kita sudah menentukan kebijakan pertama rapid test akan kita laksanakan kepada kontak dekat kasus positif yang sudah terkonfirmasi dan dirawat di rumah sakit atau kasus konfirmasi positif yang harus dilaksanakan isolasi rumah maka bagian dari penelusuran terhadap kontak keluarga yang tinggal serumah dengan pasien itu harus kita periksa semuanya," kata Yuri, dalam konferensi pers yang disiarkan di laman YouTube BNPB, Selasa (24/3/2020).

Yuri mengatakan semua anggota keluarga pasien positif Corona akan diperiksa. Selain itu, rekan kerja pasien positif Corona akan diperiksa jika dia memiliki riwayat sempat bekerja.

"Kalau kemudian di dalam perjalanan, kontaknya sebelum sakit ternyata juga ada riwayat sempat bekerja di tempat pekerjaannya dan ada lingkungan kerja yang juga memiliki kemungkinan kontak dekat maka kita juga melakukan pemeriksaan di tempat dia bekerja, ini prioritas yang pertama," ujar dia.

Sedangkan prioritas kedua adalah tenaga medis yang melakukan pelayanan terkait virus Corona. Bahkan tak hanya itu, petugas di front office rumah sakit juga akan diperiksa.

"Kita melakukan pemeriksaan kepada semua tentang kesehatan yang kemudian terkait layanan dengan COVID-19. Ini harus kita periksa, termasuk front office rumah sakit juga kita lakukan pemeriksaan karena kita tahu bahwa mereka adalah kelompok yang sensitif untuk rentan terinfeksi COVID-19," ujar Yuri.

Yuri menambahkan sudah ada 125 ribu rapid test kit untuk pemeriksaan Corona yang datang. Seluruh rapid test kit itu sudah didistribusikan ke 34 provinsi di seluruh Indonesia.

"Saat ini kami sudah mendistribusikan 125 ribu kit untuk pemeriksaan cepat yang didistribusikan di 34 provinsi," imbuh Yuri. [detik]


Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Kabar Politik | Flow Twitter Kami: @KabarTerkini8

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close