Ustaz Das'ad Latif Minta Umat Bijak, Patuhi Fatwa MUI Terkait Virus Corona - Konten Islam

Covid-19 di Indonesia

Positif
Jiwa
Positif
Meninggal
Jiwa
Meninggal
Sembuh
Jiwa
Sembuh

Ustaz Das'ad Latif Minta Umat Bijak, Patuhi Fatwa MUI Terkait Virus Corona

https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2019/11/18/b30e70d8-237f-488f-804e-69f7c838bb1d_169.jpeg?w=700&q=90

KONTENISLAM.COM - Jumlah pasien positif terkena virus corona di Indonesia kian bertambah. Masyarakat diminta menerapkan social discanting untuk mencegah penularan virus corona. MUI juga mengeluarkan fatwa sholat Jum'at bisa diganti dengan dzuhur, dan sementara waktu umat Islam untuk sholat di rumah.

Ternyata fatwa MUI tersebut ditanggapi beragam oleh masyarakat. Hingga kemudian beredar pesan-pesan berantai baik di media sosial maupun WhatsApp. Ustaz Das'ad Latif melihat akhir-akhir ini banyak berseliweran kalimat-kalimat yang kedengarannya manis tapi sangat menyesatkan. Kalimat itu beredar di Medsos, juga WhatsApp.

Misalnya kalimat yang mengaku, tidak takut corona karena hanya takut Allah. Menurut Das'ad, pernyataan tersebut tidak benar. Sebab Rasulullah SAW pernah bersabda,"Jika engkau melihat penyakit menular maka berlarilah seperti engkau melihat harimau."

Ada anjuran untuk menghindari wabah penyakit, bukan mendatanginya. "Coba bayangkan, saya pernah tanya, kenapa kau berani masuk ke masjid jika ada harimau? "Berani ustaz karena Iman."

"Salah, kalau kau dimakan harimau lalu kau mati, siapa yang melanjutkan risalah Islam. Kalau kau wafat, mati konyol itu namanya ada buaya di dalam sungai lalu kau masuk itu bukan orang beriman. Hindari paham-paham yang menyesatkan seperti itu," jelas ustaz Latif.

Kedua, Das'ad Latif melanjutkan, ada lagi yang berkata bahwa virus corona ini makhluk Allah dan hanya menyerang orang-orang pembuat maksiat.

"Ini juga salah dan menyesatkan. Kalau ini benar lalu mengapa Muad bin Jabbal sahabat nabi kekasih Allah, kekasih Rasulullah wafat terserang wabah," dia mencontohkan.

Ustaz Das'ad Latif pun meminta umat Islam bijaksana dalam menyikapi media sosial, terutama terkait wabah virus corona ini. Penyebaran wabah virus corona ini sudah dalam tahap yang mengkhawatirkan. Salah satu cara untuk memutus penyebarannya adalah dengan menghindari keramaian, termasuk untuk sementara waktu tidak sholat Jumat atau berjamaah di masjid.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun sudah mengeluarkan fatwa bahwa saat terjadi penyebaran wabah virus corona seperti saat ini Sholat Jumat boleh diganti dengan Dzuhur. Juga untuk sementara sholat berjamaah di rumah tidak di masjid.

Pemerintah sudah mengeluarkan perintah untuk hindari berkerumun. Masyarakat diminta untuk sementara waktu tinggal di rumah, pekerjaan kantor dikerjakan rumah.

"Kenapa?, ini virus sangat mematikan. Sekali tertular sangat susah sembuh karena hingga saat ini belum didapati antivirusnya. Mari kita kurangi beraktifitas di luar. Memang ini sangat berat, tapi jauh lebih berat saat Anda sudah teridap virus corona. Islam mengajarkan tujuan dihadirkannya syariah salah satunya adalah memelihara jiwa, suatu yang haram akan menjadi halal ketika berkaitan dengan keselamatan jiwa," ustaz Latif memberikan pesan.

Dia juga berpesan agar masyarakat mematuhi imbauan agar menjaga jarak antara satu dengan yang lainnya, minimal 1 meter. Jaga jarak ini bukan untuk memutus persaudaraan. Akan tetapi untuk menghindarkan diri dari virus corona.

Terakhir, selama beraktifitas di rumah, tingkatkan terus ibadah seraya tak putus berdoa kepada Allah SWT karena segala sesuatu datang dari Allah SWT.[detik]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Kabar Politik | Flow Twitter Kami: @KabarTerkini8

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close