Pesan Terakhir Pendiri Pasar dengan Dinar-Dirham Sebelum Ditangkap - Konten Islam -->

Pesan Terakhir Pendiri Pasar dengan Dinar-Dirham Sebelum Ditangkap

Zaim Saidi 

KONTENISLAM.COM - Pasar Muamalah Depok, Zaim Saidi menyampaikan pesan terakhirnya sebelum ditangkap polisi karena kasus transaksi koin dinar dan dirham. Zaim Saidi berpamitan sembari meminta doa kepada para pengikutnya di media sosial.

Pesan itu disampaikan Zaim Saidi lewat akun Instagramnya, @zaim.saidi pada Selasa (2/2/2021) malam.

"Mohon doa kepada semuanya agar Allah memberikan perlindungan-Nya dan pertolongan-Nya kepada hambaNya. Dan memberikan kebenaran sebagai kebenaran. La haula walla quwatta illa billah. Hasbunallah wa nikmal wakil. Amin ya robbal alamin," tulis Zaim Saidi.
 
Per hari ini, akun Instagram yang diikuti 147 ribu pengikut itu tak bisa diakses. Dia mengatakan bahwa malam adalah komunikasinya yang terakhir.

"Saya harus pamit dalam segala bentuk komunikasi pada semua mulai malam ini. Ini terakhir saya ada akses berkomunikasi," ungkapnya.

Tangkapan layar akun Instagram Zaim Saidi (Instagram)

Kini Zaim Saidi ditangkap polisi karena kegiatan transaksi dinar dan dirham. Informasi didapat detikcom, Rabu (3/2/2021), Zaim Saidi berperan sebagai inisiator dan penyedia lapak Pasar Muamalah. Pasar Muamalah disebutkan sebagai pengelola dan Wakala induk untuk menukar rupiah dengan koin dinar atau dirham.

Penangkapan ini berawal dari informasi yang diterima penyidik pada Kamis (28/1). Beredar video viral penggunaan dinar emas dan dirham perak yang dipakai untuk transaksi di lapak di Pasar Muamalah, Beji, Depok, Jawa Barat.

Polisi juga sudah memeriksa lima saksi, baik dari pengawas, pedagang, maupun pemilik lapak. Sejumlah barang bukti berupa dinar dan dirham juga diamankan.

Sebelumnya, Zaim Saidi menegaskan praktik perdagangan yang dilakukan di tempatnya tidak bertentangan dengan hukum. Pasar tersebut viral karena transaksinya menggunakan koin dinar dan dirham.
 
Dirinya pun menegaskan hal itu hanyalah istilah. Koin dinar dan dirham yang digunakan di pasar tersebut bukan merupakan mata uang asing, melainkan hanya emas dan perak yang dijadikan alat tukar semata. Jadi seperti sistem barter.

"Jadi, yang harus dipahami adalah bahwa koin-koin ini bukan jenis mata uang. Ini adalah seperti halnya jagung, atau cincin, atau kedelai tadi itu, kalau orang datang ke sini 'saya mau tukar madu sampeyan dengan 1 perak' boleh," kata dia melalui video klarifikasi di YouTube, Minggu (31/1/2021).

"Nah, kelihatannya yang menjadi ramai adalah karena di situ (koin) ada kata-kata dinar atau dirham, kecil. Tapi, ini bukan namanya, bukan nama koin ini adalah dinar dan dirham. Nama koin ini adalah koin perak seperti yang tertulis di atas koinnya. Begitu juga yang koin emas, ini koin emas," paparnya.[detik]


Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close