Seperti Barang Tak Berharga, Nelayan Temukan Barang ini Langsung Ditawar 5 Miliar Rupiah - Konten Islam -->

Seperti Barang Tak Berharga, Nelayan Temukan Barang ini Langsung Ditawar 5 Miliar Rupiah

Mutiara Melo Oranye 

KONTENISLAM.COM - Seorang nelayan Thailand mendapat rejeki nomplok setelah menemukan mutiara Melo oranye langka senilai 4.85 miliar rupiah di sebuah pantai Thailand. Seperti dilansir Daily Mail, Kamis, (04/02/2021), Hatchai Nyimdecha yang berusia 37 tahun sedang di pantai mengumpulkan kerang saat mereka menemukan kerang Melo langka pada 27 Januari lalu.

Begini ceritanya, Hatchai menemukan pelampung kapal tua yang hanyut ke pantai, dipenuhi kerang dan siput laut. Hatchai dan adiknya, Worachat Niyomdecha kemudian membawa pelampung itu pulang.
 
Di rumah mereka memberikan cangkang siput laut kepada ayah mereka, Bangmad Niyomdecha, yang menemukan mutiara langka itu saat membersihkan cangkang tersebut.

Mutiara Melo dibuat oleh siput laut bernama Melo melo yang disimpan di dalam cangkang kerang, tidak seperti mutiara kebanyakan yang menyimpan mutiara di dalam cangkang tiram. 

Hatchai kemudian memanggil istrinya, Worachat Niyomdecha serta kedua anaknya untuk memeriksa mutiara langka seberat 7.68 gram kemudian memutuskan untuk memeriksa nilai mutiara tersebut keesokan harinya.

Mereka menanyakan mutiara itu ke tetangga, yang kemudiang datang berkerumun ke rumah mereka setelah mengetahui apa yang mereka temukan adalah mutiara langka yang sangat mahal.

Hatchai yang menemukannya mengaku mendapat firasat mimpi beberapa hari sebelum menemukan mutiara tersebut.

Dia mengatakan, “seorang kakek tua dengan kumis panjang berkata kepada saya untuk datang ke pantai agar saya bisa dikasih pemberian. Saya pikir dia (kakek dalam mimpi) yang membawanya sehingga menemukan mutiara.
 
“Saya ingin menjual mutiara ini dengan harga tertinggi. Uangnya bukan hanya akan mengubah hidup saya, tapi juga takdir saya. Seluruh keluarga saya akan mendapat kehidupan lebih baik,” tutur Hatchai.

Hatchai yakin si kakek tua dalam mimpinya adalah mahluk yang ingin membantunya keluar dari kemiskinan karena mutiara itu bisa bernilai hingga 10 juta baht atau setara 4.8 miliar rupiah.

Beberapa hari kemudian, seorang pengusaha kaya dari propinsi lain mendengar tentang mutiara itu dan menawar satu juta baht, namun keluarga Hatchai menolaknya.

Seorang kolektor barang mewah lain kemudian meningkatkan tawaran menjadi 5 juta baht, namun keluarga tetap menolak karena yakin bisa mendapat harga lebih tinggi.
 
Peminat ketiga, kali ini dari China, saat ini bernegosiasi dengan keluarga untuk membeli mutiara itu senilai 10 juta baht, harga yang diminta, namun ingin melihat dulu dengan mata kepala sendiri apakah mutiara itu asli mutiara Melo.

Calon pembeli itu akan terbang ke Thailand minggu depan namun harus menjalani karantina Covid-19 selama dua minggu sebelum dibolehkan datang ke rumah Hatchai.

Mutiara melo adalah permata alami yang diproduksi di bawah cangkang spesies siput laut besar yang dikenal sebagai Melo Melo.

Mutiara terbentuk ketika zat pengiritasi masuk ke dalam cangkang atau mantelnya, menyebabkan hewan tersebut mengeluarkan sekresi untuk mengurangi ketidaknyamanannya. elama beberapa tahun lapisan sekresi itu kemudian membentuk mutiara Melo.
 
Warna mutiara berkisar antara coklat hingga kuning atau oranye, tergantung pada warna cangkang siput tempat permata itu tumbuh.

Mutiara Orange Melo hanya muncul di satu dari setiap ribuan cangkang, yang berarti permata ini memiliki harga tertinggi.

Mutiara melo belum berhasil dibudidayakan. Ini berarti mutiara Melo hanya ditemukan ketika muncul secara alami, dan dapat ditemukan di Laut Cina Selatan, di perairan dangkal di lepas pantai Vietnam, Thailand, dan Myanmar.

Mutiara Melo warnanya bervariasi, dari oranye hingga coklat, namun warna oranye adalah yang paling jarang dan paling mahal.
 
Mutiara Melo biasanya ditemukan di Laut China Selatan dan Laut Andaman lepas pantai Myanmar, dihasilkan oleh siput laut predator keluarga Volutidae, genus Melo, spesies Melo melo.

Lokasi ditemukannya mutiara melo ini adalah Nakhon si Thammarat, di tepi pantai Teluk Thailand. Arus laut dari Laut China Selatan kerap berakhir di wilayah itu. [kompas]


Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close