USTADZ ABB BERKUNJUNG KE KYAI MUDZAKIR, ADA APA? - Konten Islam -->

USTADZ ABB BERKUNJUNG KE KYAI MUDZAKIR, ADA APA?

 

KONTENISLAM.COM - Seorang ikhwan mengirimkan foto kunjungan Ustadz Abu Bakar Baasyir dan beberapa ustadz lainnya di markaz Kyai Mudzakir di Gumuk, lalu menanyakan kebenaran foto tersebut dan juga maksud dari kunjungan tersebut. Pasalnya dengan beredarnya foto tersebut, konon menjadi perbincangan hangat dan bahan perdebatan di kalangan sebagian ikhwan Solo Raya pada khususnya. Bahkan oleh pihak yang selama ini dianggap condong kepada pemahaman Syiah, kunjungan tersebut dijadikan sebagai klaim bahwa mereka berada di atas kebenaran.

Menanggapi hal tersebut, saya mencoba menghubungi salah satu ustadz yang mengetahui tentang kunjungan tersebut untuk melakukan tabayyun terkait hal itu. Mengingat budaya tabayyun harus selalu kita kedepankan daripada berprasangka yang tidak baik terhadap guru-guru kita.

Allah Ta’ala berfirman,

فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Maka tabayyunlah (dahulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian.” (QS. Al-Hujurat : 6).

Setelah saya menghubungi Al-Ustadz yang bersangkutan, beliau kemudian menjelaskan bahwa kunjungan tersebut adalah benar. Namun kunjungan tersebut bukanlah dalam rangka melakukan suatu kerjasama atau semisalnya yang dianggap oleh sebagian ikhwah bahwa hal itu bisa merugikan kaum muslimin. Namun kunjungan tersebut hanyalah sekedar silaturahim biasa. Mengingat bahwa Kyai Mudzakir beberapa kali menjenguk Ustadz ABB sewaktu dirawat di rumah sakit RSCM, RS. Harapan Kita ataupun saat berada di penjara, maka sebagai bentuk berbuat ihsan, membalas kebaikannya, maka Ustadz ABB pun ingin berbuat hal yang sama. Beliau ingin menerapkan apa yang menjadi pesan Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam,
 
مَنْ لمْ يشْكُر النَّاسَ لَمْ يشْكُر الله

“Orang yang tidak berterimakasih kepada orang (lain) berarti ia tidak bersyukur kepada Allah” [HR. At-Tirmidzi, beliau menyatakan hadits ini hasan shahih].

Bahkan, kata beliau, “Kepada orang yang jelas kekafirannya saja (Nasrani misalnya) pun kita boleh membalas kebaikannnya.”

Adapun kaitannya dengan pemikiran Kyai Mudzakir yang condong kepada Syiah, maka Ustadz ABB tetap berbaro’ (berlepas diri). Karena, beliau menghukumi orang secara dhahir (yang nampak) saja.

Oleh karena itu, ikhwah sekalian. Bagaimanapun juga, mari kita selalu mengedepankan sikap husnudzon, berbaik sangka kepada orang lain, terlebih lagi kepada guru-guru kita.

Seorang Salaf mengatakan,

الْمُؤْمِنُ يَطْلُبُ مَعَاذِيرَ إِخْوَانِهِ

“Seorang mukmin itu mencari udzur (alasan-alasan baik) terhadap saudaranya.”

Pemahaman Kyai Mudzakir

Sebagaimana maklum diketahui oleh kalangan yang memahami pemikiran-pemikiran sesat Syiah, bahwa Kyai Mudzakir memiliki kecondongan kepada pemahaman Syiah. Hal ini bisa dibuktikan dari ceramahnya  di Masjid Istiqlal Sumber Solo pada tanggal 12 Juli 2013 dengan tema ‘Keunggulan Ahlus Sunnah atas Syiah” yang dihadiri diantaranya oleh Ustadz Muinidinillah rahimahullah.

Sangat nampak sekali pemahaman Syiah dalam ceramah yang disampaikan tersebut. Dan itu bisa kita kaji dalam buku Gurita Syiah yang dimukaddimahi (diantaranya) oleh Ustadz ABB sendiri. Pernyataan-pernyataan Kyai Mudzakir yang menunjukkan kecondongannya kepada paham Syiah dalam ceramahnya tersebut diantaranya:

1. Kyai Mudzakir : Muawiyah bin Abu Sufyan soal dia senengane mangan (sukanya makan), sampai dalam tanda kutip kurang memperhatikan rakyatnya. Saking banyaknya makan, sampai-sampai dikenal sebagai orang yang kalau khutbah tidak bisa berdiri.

Komentar : Ahlus Sunnah tidaklah berkeyakinan demikian. Pernyataan tersebut seolah menunjukkan kebencian kepada Muawwiyah radhiyallahu ‘anhu. Dan Syiah diantara kelompok yang membenci dan suka mengkritisi Muawwiyah.

2. Kyai Mudzakir : Husein radhiyallahu ‘anhu itu mati dipenggal kepalanya atas perintah Yazid bin Muawiyah, kemudian kepalanya ditendang-tendang, diseret-seret dibawa ke hadapan Yazid dan lain sebagainya.

Komentar : Kisah yang sebenarnya tidaklah demikian. Yazid tidak pernah memerintahkan membunuh Husein, dan kepala Husein tidak pernah sampai ke Syam apalagi sampai di hadapan Yazid.

3. Kyai Mudzakir : Saudara-saudara dari kalangan Syiah menyebut imam-imam mereka ma’shum. Itu tidak salah.

Komentar : Syiah itu bukan saudara, dan yang ma’shum (terjaga dari dosa dan kesalahan dalam menyampaikan risalah) hanyalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak ada yang ma’shum selain beliau. Dan imam-imam itu sendiri tidak pernah mengakui kema’shuman mereka. Karena imam-imam itu sebenarnya imam Ahlus Sunnah, kecuali imam ke-12 yang diantara sifatnya mirip seperti Dajjal laknatullah.

4. Kyai Mudzakir : Saya disuruh untuk mengkafirkan saudara saya dari kalangan Syiah, saya katakan tidak. Dan kalau saya disuruh memusuhi Ahlus Sunnah, saya katakan tidak.

Komentar : Ulama Salafush Shalih sepakat akan kekafiran Syiah, diantara sebabnya karena penolakan mereka terhadap kekhalifahan Abu Bakar, Umar dan Utsman dan pengkafiran mereka terhadap sebagian besar sahabat Nabi.

5. Kyai Mudzakir : Tentang Basyar Assad, kalau saya lebih suka menjawab secara sederhana saja. Kalau saya belum pernah bertemu Basyar Assad. Repot ngomong.

Komentar : Tentang kekejaman Basyar Assad terhadap kaum muslimin Ahlus Sunnah, termasuk bapak dan kakeknya sejak dahulu sudah diketahui oleh kaum muslimin. Kecuali mereka yang sengaja menutup mata atau memang telah dibutakan dari kebenaran.

6. Kyai Mudzakir : Saya muslim, tapi saya tidak mau mengkafirkan Syiah.

Komentar : Waspada dengan pernyataan demikian. Seorang tokoh Hizbullah (baca: Hizbusyaithon) pun memberikan fatwa yang sama ketika ditanya, “Kamu Syiah?” Atau “Kamu bermadzab apa?”.

Pernyataan-pertanyaan Kyai Mudzakir lainnya silakan dikaji dalam buku tersebut. Selain itu, juga masih banyak pernyataan lainnya dan juga kesaksian dari para asatidz yang berkaitan tentang kecondongan beliau kepada paham Syiah. Wallaahu a’lam.

Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan petunjuk jalan yang lurus kepada kita dan keluarga kita hingga ajal menjemput  dan menjauhkan kita dari para penyesat umat berikut pemahaman yang menyesatkan. Aamiin. Semoga bermanfaat.

Catatan :

  1.     Sebelumnya saya telah meminta Al-Ustadz yang saya hubungi untuk mempublikasikan penjelasan beliau, dan beliau mengizinkannya.
  2.     Walaupun foto kunjungan Ust ABB telah tersebar di beberapa grup medsos, namun saya sengaja tidak men-sharenya.

Sumber: coretanabusumayyah


Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close