Wow! Bayaran Buzzer Bisa Capai Rp30-Rp50 Juta per Bulan - Konten Islam -->

Wow! Bayaran Buzzer Bisa Capai Rp30-Rp50 Juta per Bulan

 

KONTENISLAM.COM - Hingga saat ini, industri buzzer cukup menggiurkan. Bagaimana tidak, satu tim itu bisa mengantongi bayaran puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Pakar Telekomunikasi Heru Sutadi mengungkapkan bayaran tim buzzing bisa sebulan mencapai Rp30 juta hingga Rp50 juta sebulan.

Namun demikian ada juga yang dibayar per enam bulan dikisaran Rp300 juta sampai Rp600 juta dan setahun angkanya bisa sampai miliaran rupiah.

Sedangkan pasukan buzzer gajinya Rp3 juta sampai Rp4 juta dan koordinator tim gajinya dikisaran Rp6 juta sampai Rp7 juta. Rata-rata satu tim bisa 12 sampai 15 orang.

“Jadi angkanya ikut sesuai kontrak yang berlaku. Itu kontraknya gede tergantung tugas dan tujuannya,” ungkap Heru seperti melansir sindonews.
 
Dia menjelaskan buzzer terbagi menjadi dua kategori. Pertama disebut buzzer bayaran atau komersil dan kedua tidak dibayar atau organik.

Klien meminta agar pesan yang dibangun bisa diketahui khalayak ramai sehingga menjadi perbincangan di media sosial secara masif untuk membangun pencitraan tokoh politik untuk mencapai tujuan tertentu maupun citra partai politik.

Tidak hanya itu biasanya opiniopn leader memiliki jaringan luas dan terkenal. Setiap tim memiliki influencer dan cenderung terstruktur.

Agar cepat diinformasikan ke publik buzzer memanfaatkan media sosial misalnya seperti Twitter, Facebook, Youtube, Blog, Instagram dan sekarang mulai ramai disebar di Tiktok.

Untuk melancarkan aksinya pasukan buzzing menggunakan akun-akun palsu yang jumlahnya bisa sampai jutaan akun.

Sebelumnya, rasa ketakutan mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Industri di era Presiden Gus Dur, Kwik Kian Gie terhadap gerombolan buzzer di media sosial (medsos) menjadi perhatian luas publik.

Fenomena buzzer politik ini diketahui mulai masif sejak gelaran Pilgub DKI Jakarta 2017 silam. Keberadaannya kian eksis saat Pilpres 2019 tahun lalu. Tak jarang para tokoh oposisi atau kritikus yang vokal mengkritik penguasa mendapat serangan buzzer di media sosial – paling sering adalah twitter.
 
Buzzer muncul biasanya adalah ketika ada isu yang sedang berkembang, mereka mempublikasikan pesan dengan narasi yang sama atau dengan hastag yang seragam untuk di-trending-kan. Jika dilihat, tujuan dari pesan-pesan yang disampaikan para buzzer adalah untuk menggiring opini publik dari suatu isu tertentu.[law-justice]


Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close