Adzab Kubur, Yang Di Adzab Ruhnya atau Jasadnya? - Konten Islam -->

Adzab Kubur, Yang Di Adzab Ruhnya atau Jasadnya?

https://www.infoyunik.com/wp-content/uploads/2016/03/BeginilahAzabBagiPembohongdiAkhirat.jpg 

Matan


وَبِعَذَابِ الْقَبْرِ لِمَنْ كَانَ لَهُ أَهْلًا، وَسُؤَالِ مُنْكَرٍ وَنَكِيرٍ فِي قَبْرِه عَنْ رَبِّه وَدِينِه وَنَبِيِّه، عَلَى مَا جَاءَتْ بِهِ الْأَخْبَارُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَنِ الصَّحَابَة رِضْوَانُ الله عَلَيْهِمْ  وَالقَبْرُ رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الجنَّةِ، أَوْ حُفْرَةٌ مِنْ حُفَرِ النِّيرَانِ

“Kita pun mengimani adanya adzab kubur bagi orang yang berhak mendapatkannya dan juga pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir di dalam kuburnya tentang Rabb-nya, agamanya, dan Rasul-Nya berdasarkan riwayat-riwayat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam serta para sahabat  ridwanullahu ‘alaihim ajma’in. Alam kubur adalah taman-taman Surga atau kubangan-kubangan Neraka.”

Keterangan

Allah Ta’ala berfirman:

وَحَاقَ بِـَٔالِ فِرْعَوْنَ سُوٓءُ ٱلْعَذَابِ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ أَدْخِلُوٓا۟ ءَالَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ ٱلْعَذَابِ


Artinya : “Dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” (Ghafir :45-46)

Dan Allah juga berfirman:

وَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ عَذَابًا دُونَ ذَٰلِكَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ


Artinya : “Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim ada azab selain daripada itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (ath-Thur: 47)

Mungkin yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah mereka diadzab di alam Barzakh -dan itulah yang lebih dzahir-. Karena banyak dari mereka yang mati dan tak pernah diadzab di dunia. Atau mungkin yang dimaksud lebih luas lagi dari itu. Dari al-Barra’ bin Azib Radhiyallahu anhu, ia berkata : “Kami telah menguburkan jenazah di Baqi’ al-Gharqad. Tiba-tiba Nabi Shallallahu alaihi wa sallam datang dan duduk. Kamipun ikut duduk disekeliling beliau. Seoalah-olah diatas kepala kami ada burung-burung (khidmat mendengarkan sabda beliau). Kala itu sedang dibuatkan lubang lahat bagi si mayit. Beliau bersabda : “Aku berlindung kepada Allah dari siksa kubur…” sebanyak tiga kali.

Dalam riwayat itu diceritakan tentang seorang hamba mukmin : “…Maka ruhnya dikembalikan kedalam jasadnya. Lalu datang kepadanya dua malaikat, dan mendudukannya seraya bertanya, “Siapakah Rabbmu?” ia menjawab,”Allah.” Mereka bertanya lagi, “Apa agamamu?” Ia menjawab, “Islam.” Mereka bertanya lagi, “Siapakah lelaki itu, yang diutus kepadamu?” Ia menjawab, “Beliau adalah rasulullah.” Mereka bertanya lagi, “Apa ilmumu?” ia menjawab, “Aku telah membaca Kitabullah, maka aku mengimani dan membenarkannya. Lalu datanglah panggilan dari langit, “Sungguh benar itu adalah hamba-Ku. Berikanlah kepadanya tilam dari surga dan bukakan baginya pintu ke arah surga.”

Dan dalam riwayat itu juga diceritakan tentang hamba yang kafir : “…Lalu ia didatangi dua malaikat dan mendudukannya seraya bertanya, “Siapakah Rabbmu?” ia menjawab, “Hah,hah, aku tidak tahu.” Mereka bertanya lagi, “siapa lelaki ini yang diutus kepadamu?” ia menjawab, “Hah,hah, aku tidak tahu.” Lalu datanglah panggilan dari langit, “Sungguh ia telah berdusta. Bentangkan baginya tilam dari neraka dan bukakan baginya pintu keneraka. Maka ia dapat merasakan panas dan bau racunnya. Kuburannya jadi sempit hingga menghimpit tulang rusuknya…” (Hadits Abu Daud no. 4753, Ahmad IV;287-288, dan al-Hakim I; 30-40)

Adzab Dan Nikmat Kubur Tidak Diketahui Bentuknya

Banyak hadits-hadits mutawatir dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam tentang pembuktian adzab dan nikmat kubur bagi mereka yang berhak mengecapnya. Demikian juga pertanyaan Munkar dan Nakir. Semua itu harus diyakini dan diimani keberadaannya. Dan tidak boleh mempertanyakan bagaimananya. Karena memang tak pernah mereka alami di dunia ini. Ajaran dan syari’at juga tak memberi kemampuan bagi akal untuk menyingkapnya. Kembalinya ruh kedalam jasad tak sebagaimana kembalinya ruh tersebut di dunia (sesudah tidur). Ruh itu kembali dengan cara yang tidak dikenal di dunia ini. Sedangkan ruh itu memiliki lima hubungan dengan tubuh kasar yang berbeda-beda hukumnya:

Pertama, keterhubungan ruh dalam perut ibunya dalam bentuk janin

Kedua, keterhubungan ruh dengan tubuh setelah dikeluarkan kea lam dunia

Ketiga, keterhubungan ruh dengan tubuh di kala tidur. Saat itu, di satu sisi ia berpisah dari tubuh, disisi lain ia masih bergantung padanya.

Keempat, keterhubungan ruh dengan tubuh di alam Barzakh. Sesungguhnya meskipun ia meninggalkan tubuh dan berpisah darinya, namun tidak meninggalkannya secara total. Karena ia masih mendengar detak suara terompah manusia (di atas kubur) sampai menjauh. (Hadits Bukhari no. 1338 dan Muslim no. 287)

Kembalinya ruh saat itu dalam wujud khusus, tidak mengharuskan ia hidup kembali sebelum hari kiamat.

Kelima, keterhubungan ruh dengan tubuhnya pada hari kebangkitan, itulah hubungan ruh yang paling sempurna dengan tubuhnya. Tidak dapat disetarakan dengan keempat hubungan yang sebelumnya. Keterhubungan ini mengharuskan untuk tidak tidur, mati, maupun rusak. Tidur adalah saudara kematian. Renungkanlah, niscaya akan hilang darimu berbagai soal yang rancu.

Walhasil, alam itu ada tiga; alam dunia, alam barzakh, dan alam kekal abadi (akhirat). masing-masing alam itu telah Allah berikan kekhususan tersendiri. Allah merakit tubuh manusia dari tubuh kasar dan jiwa. Hukum-hukum dunia ini Allah berikan kepada tubuh, sedangkan ruh hanya mengikut saja. Sementara hukum-hukum dialam barzah diberikan kepada ruh, sedangkan tubuh hanya mengikuti. Apabila tiba hari kebangkitan, dan keluarnya manusia dari kubur-kubur mereka, maka hukum, kenikmatan, dan adzab akan diberikan kepada ruh dan jasad sekaligus. Apabila pengertian ini benar-benar kita renungkan, maka keberadaan alam kubur sebagai taman-taman surga atau sebagai kubangan-kubangan api neraka adalah benar adanya dan sesuai dengan logika.

Dan harus diketahui juga, bahwa api yang ada dialam kubur, juga kenikmatan yang terdapat didalamnya, tidaklah sejenis dengan api dan kenikmatan di dunia. Meskipun Allah membakar tanah dan batu-batuan dalam kubur sehingga lebih panas dari bara di dunia, namun jika tanah tersebut disentuh oleh penghuni dunia, mereka tidak akan merasakan apa-apa. Yang lebih mengherankan lagi, jika terdapat dua orang dikuburkan bersebelahan. Yang satunya berada dalam kubangan-kubangan api, sedangkan yang lainnya dalam taman-taman surga, maka mereka tidak bisa saling mengetahui dan merasakan apa yang terjadi pada orang yang dikubur disebelahnya. Sungguh kekuasaan Allah lebih luas dan lebih menakjubkan dari sekedar hal semacam ini.

Wallahu A’lam

Abdul Akhir Hammad al-Ghunaimi , Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah versi terjemahan, juz 2 hal. 25-28.

Sumber: alislamu


Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close