Andi Arief Beberkan Proses AHY Masuk PD dan Jadi Ketum: Beda dengan - Konten Islam -->

Andi Arief Beberkan Proses AHY Masuk PD dan Jadi Ketum: Beda dengan

Andi Arief 

KONTENISLAM.COM - Polemik kudeta melalui KLB Demokrat di Deli Serdang, Sumut membuat antar kubu partai saling membuat serangan terhadap satu sama lain. Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief mengaskan Kongres Demokrat tahun 2020 tidak didesain untuk mengaklamasikan Agus Harimurti Yudhoyono ((AHY) sebagai ketua umum partai.

Andi Arief mengatakan menjelang Kongres Demorkat tahun 2020, Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapat 3 aspirasi terkait caketum, yakni meminta agar mencalonkan kembali SBY, mengikuti arahan SBY, dan mencalonkan AHY. Saat itu, dikataknnya, AHY mendapat 95 persen suara dari DPD dan DPC.

"Jelang Kongres 2020, SBY Ketua Majelis Tinggi dapat aspirasi tertulis dari semua ketua DPD/DPC. Ada 3 aspirasi, calonkan kembali SBY, ikut arahan SBY, mencalonkan AHY. Kongres Tidak didisain aklamasi, dibuka bagi kader ingin calonkan diri. Saat pendaftaran AHY didukung 95% DPD/DPC," kata Andi Arief kepada wartawan, Kamis (11/3/2021).
 
Menurutnya, AHY saat itu merupakan calon tunggal ketum Demokrat. AHY yang didukung oleh 95 persen suara dan merupakan calon tunggal ketum langsung terpilih secara aklamasi.

"Karena hanya AHY yang mendaftar saat kongres dan angka dukungan menurut tatib aklamasi, dalam tatib bisa mencalonkan diri 25 persen, maka seluruh peserta kongres mendukung AHY secara aklamasi. Sedangkan jabatan ketua majelis tinggi tetap SBY karena amanat kongres 2015 Surabaya," ucapnya.

Kemudian, Andi Arief mengatakan AHY mulai masuk ke Partai Demokrat sejak tahun 2016 menjelang Pilkada DKI Jakarta. Menurut dia, AHY sempat diuji sebelum menjabat menjadi ketum Demokrat.

"AHY masuk daftar ke Demokrat tahun 2016 saat Pilkada DKI. Karena Ibu Ani sakit dan AHY harus menjaga, Partai menugaskan padanya sekaligus menguji dalam tugas pemenangan Pilkada 2018 dan Kogasma saat Pileg 2019. Diuji dulu sebagai kader, tidak ujug-ujug. Ini beda dengan Pak Moeldoko," ujarnya.

Andi Arief juga mengatakan AHY turun ke banyak daerah sebelum Pileg 2019. Ia mengatakan menjelang Pileg 2019, Demokrat pun mendapat suara 7,8 persen. Ia pun memberikan sindiran kepada Kubu KLB Demokrat.

"Meski sulit, pileg 2019 Demokrat dapat 7,8 persen. AHY turun ke banyak dapil pemilihan naikkan suara Sebelum pileg semua lembaga survei sebut elektabilitas Demokrat kisaran 4 sampai 5%. Darmijal, Pak @marzukialie_MA apalagi Moeldoko tak pernah mau tahu situasi partai saat itu," ujarnya.
 
AHY kemudian mulai masuk ke jajaran pengurus partai sebagai waketum di tahun 2019. Ia menggantikan posisi kader yang mengundurkan diri sebagai ketum saat itu.

"Setelah Pileg 2019, AHY dalam perubahan susunan pengurus menjadi waketum partai, Mengisi kekosongan jabatan wakil ketua umum karena mengundurkan diri. Susunan pengurus baru itu disetujui juga dengan SK menteri Kumham. Jadi AHY beda lagi dengan Moeldoko yang tak berkeringat di Demokrat," ujarnya.

Selain itu, Andi Arief juga mengatakan perubahan AD/ART dirancang usai melalui diskusi yang panjang. Perubahan itu juga disesuaikan dengan dinamika politik.

"Perubahan AD/ART setiap kongres disesuaikan dinamika organisasi, dinamika politik hasil diskusi yang panjang dan ilmiah. Bahkan untuk mencari ketum yang bisa mengangkat suara partai dihitung matang sebagai strategi. Sejak SBY tidak jabat Presiden, Marzuki Alie, Darmizal dan kawan-kawan menghilang," ujarnya.
 
Andi Arief pun menyindir KLB Demokrat Deli Serdang. Ia berharap Moeldoko dapat segera bertobat.

"Mudah-mudahan Pak Moeldoko memahami gagalnya kudeta keblinger dan bertobat. Partai Demokrat bukan partai yang pragmatis akibat perbuatan beberapa kader. Jhoni Alen dan Nazarudin serta Marzuki Alie memang pernah sukses gunakan pragmatisme dalam kongres 2010. Sekarang zaman sudah beda," tuturnya.

Sebelumnya, KLB Demokrat yang digelar di Deli Serdang mengesahkan Moeldoko sebagai Ketum PD. KLB digelar dengan tujuan yang diklaim para penggagas untuk menyelamatkan Demokrat. [sumber: detik]


Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close