Sogok Peserta KLB Demokrat Dinilai Cara tak Bermoral - Konten Islam -->

Sogok Peserta KLB Demokrat Dinilai Cara tak Bermoral

Moeldoko menyampaikan pidato perdana saat Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). Berdasarkan hasil KLB, Moeldoko terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025.  

KONTENISLAM.COM - Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menanggapi suap yang diberikan pada para peserta Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Sumatra Utara pada pekan lalu. Herzaky menilai tindakan para inisiator KLB itu tak bermoral.

Herzaky menyampaikan para pelaku kudeta Partai Demokrat menjanjikan uang suap Rp 100 juta berdasarkan pengakuan para kader. Jumlah uang itu ia temukan ternyata di luar biaya transportasi dan penginapan yang hadir di KLB Sumut.

"Jadi, salah kalau dibilang ini sebagai pengganti transportasi. Sistem pembayarannya dengan uang muka Rp 25 juta, dan dibayarkan sisanya setelah Kongres selesai," kata Herzaky pada Republika, Selasa (9/3).

Herzaky merasa prihatin atas tindakan para penggagas KLB Sumut. Menurutnya, upaya suap justru merendahkan marwah partai. Ia khawatir nama besar Demokrat akan luntur dengan mental suap menyuap.

"Kami sangat menyayangkan perilaku tidak terpuji dan di luar batas-batas kepatutan seperti ini. Kehormatan dan kedaulatan serta kebesaran partai tidak bisa dibangun dengan cara-cara immoral seperti ini," ujar Herzaky.

Herzaky menilai gaya politik serampangan dengan suap terjadi sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan. Tindakan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko dianggapnya mencoreng nilai demokrasi di Tanah Air.

"Beginilah kalau oknum kekuasaan mempertontonkan kuasanya di muka publik. Perilaku abuse of power yang menggerogoti sendi-sendi demokrasi," sindir Herzaky.

Diketahui, salah satu peserta KLB Deli Serdang, Sumut Gerald Piter Runtuthomas yang sebelumnya merupakan Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kota Kotamobagu mengungkap bahwa ia diimingi uang sebesar Rp 100 juta. Namun mereka hanya menerima Rp 5 juta setelah acara tersebut.

Saat sejumlah peserta menyampaikan protesnya karena uang yang dijanjikan kurang, mereka kemudian dipanggil dan bertemu dengan mantan bendahara umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Lalu Nazaruddin menambah Rp 5 juta sebagai uang pelicin pada masing-masing peserta. [republika]


Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close