Unik, Dua Bersaudara Rebutan Asuh Ibu Hingga ke Pengadilan, Si kakak menangis sesunggukan karena Kalah di persidangan - Konten Islam -->

Unik, Dua Bersaudara Rebutan Asuh Ibu Hingga ke Pengadilan, Si kakak menangis sesunggukan karena Kalah di persidangan

Unik, Dua Bersaudara Rebutan Asuh Ibu Hingga ke Pengadilan, Si kakak menangis sesunggukan karena Kalah di persidangan 

KONTENISLAM.COM - Jarang sekali ditemukan seorang anak yang rela memperebutkan hak asuh atas ibunya yang telah renta dan tidak lagi bisa berbuat apa-apa selain hanya nya menunggu “hari kembali” ke pangkuan ilahi tiba.

Akan tetapi, di Arab Saudi, dua saudara kandung berada di pengadilan hanya untuk memperjuangkan hak asuh ibunya. Sungguh kisah ini sangat mengharukan.
 
Pasalnya, disaat banyak kasus anak kandung itu menuntut ibu atau ayahnya ke pengadilan hanya karena uang, hibah tanah, rumah dan properti lainnya, kedua bersaudara ini malah memperebutkan hak asuh atas ibunya yang telah renta.

Uniknya, kedua bersaudara tersebut bahkan sampai membawa kasus ke pengadilan untuk mendapatkan hak asuh atas ibunya. Sebagaimana dikutip dari Thereporter.my (17/3/2021).

Hizal al-Fuhaidi salah satu anak si ibu tersebut, menangis hingga air matanya membasahi janggutnya. Mengapa? Karena dia kalah di pengadilan usai terlibat perdebatan sengit dengan saudaranya.

Yang ia tangisi bukan karena kehilangan harta benda. Melainkan kesempatan hak asuh terhadap ibunya hilang usai kalah di pengadilan. Selama hidupnya, sang ibu memang tinggal dengan Hizan.

Adik perempuan Hizan yang sejak dulu tinggal di kota lain, berinisiatif untuk mengajak ibunya untuk tinggal bersama demi mendapatkan fasilitas kesehatan yang jauh lebih memadai daripada tinggal bersama kakaknya di pedesaan.
 
Akan tetapi, Hizan yang telah merawat ibunya sejak tanah tidak memahami keinginan adik perempuannya tersebut. dia tetap bersikukuh untuk merawat ibunya selama dia masih hidup.

Tak ayal, perdebatan keduanya harus diselesaikan di meja hijau. Dan hakim memberikan kuasa penuh kepada ibunya yang juga hadir di pengadilan untuk memilih dengan siapa dia akan tinggal.
 
Ketika hendak masuk ke pengadilan, Kedua bersaudara ini mendukung ibu tua mereka, yang beratnya kurang dari 40 kilogram.

Hakim bertanya kepadanya, “Siapa yang lebih berhak tinggal bersamamu?”

Ibu yang mengerti pertanyaan itu juga menjawab, “Ini adalah mata kanan saya!”.
 
Sementara tangannya menunjuk ke arah Hizan dan “Ini adalah mata kiriku!”.

Jari-jarinya ditutup dengan benar ke arah saudara perempuan Hizan.

Kemudian, setelah berpikir sejenak, si hakim memutuskan bahwa hak asuh Ibu tersebut jatuh pada adik perempuan Hizan.

Hizan pun kemudian menangis sesunggukan karena tidak bisa terus merawat ibunya hingga akhir hayat beliau.[idtoday]


Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close