Muhammadiyah Mundurkan Waktu Imsakiah 8 Menit, Bagaimana dengan Buka? - Konten Islam -->

Muhammadiyah Mundurkan Waktu Imsakiah 8 Menit, Bagaimana dengan Buka?

Muhammadiyah Mundurkan Waktu Imsakiah 8 Menit, Bagaimana dengan Buka? 

KONTENISLAM.COM - PP Muhammadiyah memutuskan waktu awal Subuh mundur 8 menit dari versi waktu Subuh yang ditetapkan Pemerintah. Perubahan waktu Subuh itu tak berpengaruh terhadap waktu berbuka puasa.

"Waktu buka tidak ada perubahan dari jadwal yang sudah ada. Yang berubah hanya waktu Subuh saja," kata Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, saat dihubungi, Senin (12/4/2021).

Dadang meminta masyarakat tidak perlu khawatir terkait perbedaan waktu imsakiah ini. Perbedaan dalam masalah agama, kata Dadang, merupakan sesuatu yang wajar.

"Jadi saya kira bagi masyarakat tidak usah resah. Silakan menurut keyakinan masing-masing. Nanti kan Muhammadiyah sudah menentukan itu, diharapkan seluruh anggota Muhammadiyah bisa mengikuti edaran PP Muhammadiyah dan juga orang-orang yang meyakini itu adalah hasil keputusan Muhammadiyah," kata Dadang.

Keputusan mengenai waktu imsakiah ini ditetapkan setelah Majelis Tarjih Muhammadiyah mengumpulkan sejumlah ahli astronomi. Berdasarkan kajian Muhammadiyah, waktu subuh di Indonesia yang selama ini menjadi rujukan ternyata terlalu awal.

"Lalu mengenai perubahan jadwal, itu kan ahli astronomi Muhammadiyah berkumpul yang diprakarsa oleh majelis tarjih untuk membicarakan tentang waktu-waktu salat, ternyata waktu subuh itu terlalu awal menurut ahli astronomi Muhammadiyah. Sehingga waktu itu diputuskan, maka dimundurkan dan sudah ditanfiz. Artinya sudah dikukuhkan oleh PP Muhammadiyah tentang hasil munas tarijh dan diedarkan di kalangan Muhammadiyah," tutur Dadang.

Di luar hal itu, Dadang mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dalam menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan. Dia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu berbuat kebaikan.

"Ya selamat beribadah di bulan Romadhan, tapi ingatlah bahwa pandemi masih merajalela di sekitar kita. Sambil berpuasa tetap kita jaga kesehatan. Jangan lupa protokol kesehatan, banyak lah berbuat baik, dengan banyak berdoa, sholat, dan shodaqoh," kata Dadang.

Sebelumnya diberitakan, perbedaan waktu mengenai imsakiah ini sudah tersebar di banyak daerah. Kanwil Kemenag Jateng akan melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak kaget.

"Ada fenomena jadwal Ramadhan dari Kemenag dan organisasi lembaga. Menarik dan perlu dipahami ada dinamika perbedaan pandangan dalam menentukan tidak hanya awal Ramadhan, awal puasa, tapi juga imsakiyah," kata Kepala Kanwil Kemenag Jateng Musta'in Ahmad saat menyampaikan materi secara daring dalam rapat Forkopimda Jateng di gedung Gradhika Bhakti Praja, kompleks kantor Gubernur Jateng, Semarang, Rabu (7/4).

Ia menyebut Muhammadiyah mengoreksi waktu imsak dan Subuh, yaitu dengan memundurkan waktu sekitar 8 menit dari perhitungan yang dilakukan Kemenag serta lembaga lainnya. Dia mencontohkan jika waktu imsak versi Kementerian Agama pukul 04.14 WIB, versi Muhammadiyah akan jatuh pada pukul 04.22 WIB. Waktu awal salat Subuh versi Kemenag 04.24 WIB, versi Muhammadiyah 04.32 WIB.

"Akan ada fenomena, ketika teman Muhammadiyah imsak pukul 04.22 WIB, maka selang dua menit akan ada terdengar azan yang tidak berpedoman imsakiyah Muhammadiyah," ujarnya.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng, Tafsir, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, keputusan tersebut sudah ada dalam surat resmi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. "Ada edaran resmi PP Muhammadiyah terkait hal tersebut," kata Tafsir saat dimintai konfirmasi detikcom.

Keputusan tersebut tertera dalam surat keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah No 734/KEP/I.0/B/2021 tentang Tanfidz Keputusan Musyawarah Nasional XXXI Tarjih Muhammadiyah tentang kriteria awal subuh.

Dalam poin pertama keputusan yang ditandatangani Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir pada 20 Maret 2021 itu, disebutkan ada perubahan ketinggian matahari awal. Poin pertama dibagi dua bagian yaitu berbunyi:

a. Mengubah ketinggian matahari awal waktu Subuh minus 20 derajat yang selama ini berlaku dan sebagaimana tercantum dalam Himpunan Putusan Tarjih 3.

b. Menetapkan ketinggian matahari awal waktu Subuh yang baru, yaitu minus 18 derajat di ufuk bagian timur. [detik]


Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

close