Cerita Alvin Lie soal Petugas Bandara Soetta Tak Scan Barcode PeduliLindungi - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cerita Alvin Lie soal Petugas Bandara Soetta Tak Scan Barcode PeduliLindungi

Cerita Alvin Lie soal Petugas Bandara Soetta Tak Scan Barcode PeduliLindungi 

KONTENISLAM.COM - Aplikasi PeduliLindungi kini menjadi syarat utama bagi seluruh masyarakat untuk dapat kembali mengakses sejumlah fasilitas dan sarana publik.

Termasuk untuk mobilisasi bepergian bagi yang memenuhi syarat perjalanan.

Namun, pengamat penerbangan Alvin Lie menceritakan pengalamannya saat mendapati petugas di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, yang tidak mengecek aplikasi PeduliLindungi untuk mengecek status tes PCR maupun sertifikat vaksin.

Kejadian ini dialami Alvin pada Selasa (14/9) kemarin.

Saat itu, ia mendapati petugas yang tidak melakukan tugasnya untuk memindai kode batang (barcode) eHAC yang ada di dalam aplikasi PeduliLindungi penumpang pesawat.

"Contoh saja ini saya melihat sendiri di Bandara Soekarno-Hatta kemarin hari Selasa 14 September ketika penumpang itu mendarat di Bandara Soekarno-Hatta  di Terminal 2, petugas yang seharusnya melakukan scan terhadap QR Code atau barcode eHAC itu tidak dilakukan. Mungkin alatnya rusak," ujar Alvin dalam dialog interaktif virtual di kanal YouTube FMB9ID_IKP, Rabu (15/9).

Alvin mengaku tak mengetahui alasan petugas tersebut tidak memindai QR Code dari eHAC masing-masing penumpang.

"Jadi kita cuma menunjukkan barcode-nya saja kepada petugas, ya sudah jalan, tidak di-scan. Apakah barcode itu benar atau tidak, itu tidak dilaksanakan," tutur dia.

Kejadian tersebut sangat disayangkan Alvin, apalagi terjadi di bandara terbesar di Indonesia.

Dia khawatir inkonsistensi petugas di lapangan yang nantinya berpotensi meningkatnya kasus positif COVID-19 baru.

"Hal-hal seperti ini yang saya khawatir konsistensi dari pelaksanaan peraturan ini belum optimal, perlu masih terus ditingkatkan," ucap Alvin.

Tak hanya soal petugas, Alvin turut mengkritisi kemampuan fitur dari aplikasi PeduliLindungi.

Untuk beberapa kasus, Alvin menilai masih ditemukan adanya data penumpang yang tidak otomatis masuk ke dalam aplikasi tersebut.

Kondisi ini dikhawatirkan Alvin akan memperburuk proses di lapangan, mengingat verifikasi data penumpang secara manual jelas akan menimbulkan kerumunan.

"Aplikasi PeduliLindungi ini masih bisa dikembangkan kemampuannya. Contoh saja tidak semua hasil tes penumpang pesawat itu otomatis masuk ke PeduliLindungi. Akibatnya masih banyak yang harus validasi manual di bandara," ungkap Alvin.

Karenanya, ia meminta pemerintah meningkatkan fitur aplikasi tersebut, sehingga proses verifikasi data milik pelaku perjalanan dapat dilakukan secara cepat dan efisien.

"Saya kira hal-hal seperti ini masih perlu ditingkatkan untuk tidak saja membuat perjalanan ini lebih lancar, tapi memudahkan tracing, pelacakan, jika terjadi penularan. Saya kira eHAC perlu ditingkatkan untuk pelacakannya, saya tidak yakin sejauh ini sudah dimanfaatkan sebagaimana mestinya," tutup Alvin.[kumparan]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam
close