Heboh Jokowi ‘Didemo’ 5 Polisi Bentangkan Poster Tolak TKA China hingga Tragedi KM 50 - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Heboh Jokowi ‘Didemo’ 5 Polisi Bentangkan Poster Tolak TKA China hingga Tragedi KM 50

Heboh Jokowi ‘Didemo’ 5 Polisi Bentangkan Poster Tolak TKA China hingga Tragedi KM 50 

KONTENISLAM.COM - Pengamanan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika melakukan kunjungan ke daerah kerap dilakukan pihak kepolisian.

Pengamanan yang dilakukan pun juga berlapis dengan dibagi ke beberapa ring.

Tetapi, ada pemandangan yang cukup berbeda ketika Jokowi melakukan kunjungan kerja ke ke Lampung pada 2 September 2021.

Pasalnya, publik dihebohkan dengan beredarnya foto lima orang polisi yang ‘demo’ saat kedatangan Jokowi ke Lampung.

Pada foto yang beredar di media sosial tersebut, kelima polisi itu membentangkan poster bersama warga ketika Jokowi datang.

Hal yang tidak kalah menghebohkan adalah, aksi kelima polisi membentangkan poster itu juga disertai dengan tulisan dalam poster itu.

Pasalnya, poster-poster yang dibentangkan tersebut berisi tulisan yang seolah menyindir keadaan saat ini.

Poster yang dibentangkan itu berjumlah 5, dan berisi tulisan "jangan hapus mural", "penolakan TKA China", stop hutang negara", "penjarakan koruptor", dan "jangan lupakan tragedi Km 50".

Heboh Jokowi ‘Didemo’ 5 Polisi Bentangkan Poster Tolak TKA China hingga Tragedi KM 50

Mengenai hebohnya polisi yang membentangkan poster tersebut, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad memberikan penjelasan.

Dia mengatakan kelima anggota Polri tersebut merupakan bagian dari pasukan yang terlibat dalam pengamanan kunjungan Presiden Jokowi ke Lampung.

"Kita ketahui perlintasan yang akan dilalui Presiden tentu dalam pengamanan ring 2 dan 3 yang adalah tanggung jawab Polri," kata dia, Senin 6 September 2021.

Adanya foto pembentangan poster, kata Pandra, hal itu merupakan langkah Polri dalam pengamanan dengan upaya kemampuan prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.

Dalam masa pandemi Covid-19, tentunya tidak boleh adanya warga yang berkerumun dengan tujuan agar tidak terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, katanya menegaskan.

"Dengan langkah itu, sehingga adanya warga yang membentangkan poster, kami lakukan pendekatan kepada salah satu orang berinisial R yang telah membawa kurang lebih 100 item poster. Kami dekati dan berikan pengertian agar tidak berkerumun di masa pandemi ini," kata dia lagi.

Pandra menambahkan, saat anggota melakukan pendekatan secara persuasif, sejumlah warga terlihat menyambut dengan baik, sehingga anggota kepolisian bersama R melakukan pemotretan bersama poster untuk disampaikan dalam laporan kepada pimpinan.

"Saat pemotretan oleh anggota untuk laporan kepada pimpinan, R juga sempat minta difoto dan diambilkan oleh stafnya dengan tujuan baik sebenarnya. Namun, tidak lama justru muncul dan beredar foto seolah-olah polisi yang melakukan aksi demo," katanya pula. [pikiran-rakyat]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam
close