Singgung soal BuzzeRp, Babe Haikal Hassan: Inilah Seburuk-buruknya Pemerintahan yang Pernah Ada! - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Singgung soal BuzzeRp, Babe Haikal Hassan: Inilah Seburuk-buruknya Pemerintahan yang Pernah Ada!

Singgung soal BuzzeRp, Babe Haikal Hassan: Inilah Seburuk-buruknya Pemerintahan yang Pernah Ada! 

KONTENISLAM.COM - Pendakwah, Haikal Hassan menyinggung soal BuzzeRp yang menurutnya adalah puncak perpecahan yang paling membahayakan negara.

Haikal menilai bahwa jika benar Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menganggarkan dana untuk BuzzeRp, maka pemerintahan ini adalah seburukburuknya Pemerintah yang pernah ada.

“Puncak perpecahan yang paling membahayakan negara adalah buzzerp,” katanya melalui akun Twitter Haikal_Hassan pada Rabu, 15 September 2021.

“Kalau benar pemerintah meng-anggarkan, lalau benar mereka ada anggarannya, kalau benar hasil riset Oxford itu, maka inilah seburuk-buruknya pemerintah yang pernah ada,” sambungnya.

Indonesia Corruption Watch (ICW) melaporkan bahwa Pemerintah megalokasikan dana yang besar untuk membayar influencer (pemengaruh) dan buzzer (pendengung).

ICW menyebutkan, kegiatan influencer dan buzzer ini bertujuan untuk mempromosikan kebijakan dan program kerja Pemerintah.

Persisnya, menurut ICW, kegiatan tersebut adalah upaya menggiring opini publik soal kebijakan dan program kerja tertentu.

Dalam kajiannya tahun lalu, ICW mencatat bahwa dalam enam tahun terakhir, Pemerintah telah menggelontorkan Rp 90,4 miliar untuk buzzer.

Nilai itu hanya sebagian kecil dari total anggaran pemerintah untuk aktivitas digital yang mencapai Rp1,29 triliun.

Peneliti ICW, Egi Primayogha mengungkapkan bahwa anggaran yang dikhususkan bagi para pendengung telah ada sejak 2014.

Namun, lanjutnya, anggaran negara untuk para pemengaruh semakin masif sejak 2017.

“Hingga akhirnya meningkat pada tahun-tahun berikutnya,” kata Egi dalam pemaparan hasil kajian ICW di Jakarta pada 20 Agustus 2021.

Adapun temuan ini merupakan riset ICW di kanal Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Egi mengumpulkan data itu menggunakan kata kunci influencer untuk mencari anggaran bagi buzzer dan key opinion leader untuk mencari influencer atau artis. [/terkini]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam
close