"Yang divaksin malah banyak yang sakit dan mati ya?" - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

"Yang divaksin malah banyak yang sakit dan mati ya?"

 

 

KONTENISLAM.COM - "Yang divaksin malah banyak yang sakit dan mati ya?"

"Oh, itu hanya karena cara bacanya kurang utuh saja".

Lontaran ini banyak muncul terutama menyoroti laporan rutin dari UK (Inggris). Sudah sejak Juni, muncul laporan berkala. Laporan terakhir terbit 3 September 2021. Mencakup data sampai 29 Agustus 2021.

Jumlah proporsi varian delta telah mencapai 68,1%. Varian Alfa yang semula mendominasi, sekarang tinggal sebanyak 31,4%. Sisanya sebanyak 0,5% dibagi beberapa varian lain.

Pada tabel 1, persentase angka kematian (CFR) Alfa, awalnya pada 1,9%. Seiring penurunan proporsi kasusnya, CFR juga menurun menjadi 1,1%. Sedangkan Delta, meski proporsi kasusnya makin besar, sejak awal CFR stabil pada angka 0,2-0,3%. Pada laporan terakhir ini sedikit meningkat menjadi 0,4%.

CFR pada usia >50 tahun pada Alfa maupun Delta sama-sama jauh lebih tinggi daripada usia <50 tahun. Pada Delta, CFR kelompok <50 tahun hampir 0% (angka sebenarnya sekitar 0,03%). Pada kelompok usia >50 tahun mencapai 2,3%.  
 
Pada tabel 2, di kelompok <50 tahun, jumlah kasus total 377.362 (semua kasus pada kelompok tervaksinasi 1 dosis, 2 dosis maupun belum tervaksinasi). Proporsi jumlah kasus pada kelompok tervaksinasi (baik 1 maupun 2 dosis) adalah 43,56%. Dalam hal jumlah kematian, total kasus pada kelompok <50 tahun adalah 150. Proporsi kelompok tervaksinasi adalah 34%.  

Padahal, cakupan vaksinasi (per 29 Agustus 2021) pada kelompok <50 tahun sebesar 67,90%. Artinya 67,90% sudah divaksinasi, tapi proporsi jumlah kasusnya 43,56% dan proporsi jumlah meninggalnya 34,00%. Artinya walau proporsi penduduk lebih banyak yang sudah tervaksinasi, tapi proporsi kasus dan kematian, lebih rendah dibandingkan kelompok belum divaksinasi.

Memang pada kelompok usia <50 tahun ini, CFR bila terkena covid-19 varian delta, tidak jauh berbeda yaitu 0,03% (sudah divaksinasi) dan 0,05% (belum divaksinasi). Hanya risiko menjadi sakit, lebih rendah pada kelompok sudah tervaksinasi.

Pada bagian berikutnya untuk kelompok >50 tahun. Proporsi kasus pada kelompok tervaksinasi 89,66%. Memang jauh lebih besar daripada kelompok belum divaksinasi. Namun perlu diingat bahwa cakupan vaksinasi 2 dosis pada kelompok usia ini adalah 94,36%. Bahkan pada kelompok usia 75-79 tahun sudah mencapai 100% penduduk.  Artinya, jumlah yang belum tervaksinasi relatif kecil sekali.

Maka memang ada risiko, jumlah kasus lebih tinggi pada kelompok sudah divaksinasi. Meski demikian, dengan proporsi kasus 89,66% tapi proporsi kasus kematian adalah 73,01%. Artinya walau kasus lebih tinggi pada kelompok tervaksinasi, tapi proporsi yang meninggal lebih kecil.

Secara rata-rata, memang CFR jauh lebih tinggi pada kelompok usia >50 tahun daripada yang muda (4,8% pada varian alfa dan 2,3% pada varian delta). Bila dibandingkan terhadap kasus masing-masing kelompok di varian delta saja, maka CFR nya adalah  2,03% dibandingkan 6,50% pada kelompok belum divaksinasi. Artinya risiko kematian pada kelompok belum divaksinasi adalah 3 kali lipat daripada yang sudah divaksinasi.
 
Dengan memahami lebih utuh, maka kita menjadi lebih jernih membacanya.

Tabel ini pun sebenarnya belum lengkap. Dibandingkan CFR, kita seharusnya juga mencari data angka IFR (Infected Fatality Ratio). Pada CFR kita hanya menghitungkan jumlah kematian terhadap semua yang sakit (artinya menunjukkan gejala). Tabel 2 ini mendata mereka yang datang ke RS karena gejala covid-19. Ada yang kemudian bisa rawat jalan, ada yang harus rawat inap, ada yang harus rawat intensif.

Di luar itu sebenarnya ada kelompok yang terinfeksi, tapi tanpa gejala, sehingga tidak terdeteksi. Bila dapat dikumpulkan semua kasus terinfeksi, maka dapat dihitung IFR. Ini menggambarkan benar berapa yang meninggal dari semua yang terinfeksi.

Apakah ada contoh data serupa untuk Indonesia? Kemenkes pernah merilis data dari 71.455 ribu nakes di Jakarta pada periode Januari-Maret dan April-Juni. Pola serupa dengan yang terjadi di UK ini juga didapatkan pada laporan tersebut.

Pada tabel 3, jumlah kasus pada kelompok sudah tervaksinasi, sekilas lebih tinggi daripada yang belum tervaksinasi. Terutama pada periode April-Juni saat varian delta mulai mendominasi. Ini karena proporsi yang sudah tervaksinasi pada periode tersebut sudah di atas 90%. Meskipun secara jumlah kasus lebih tinggi, tapi angka dirawat lebih rendah pada yang sudah tervaksinasi 2 dosis.
 
Begitu juga dalam hal angka kematian.  Secara umum memang CFR kelompok nakes ini relatif rendah (proporsi, bukan jumlah absolutnya yang memang meningkat pesat dibandingkan periode-periode sebelumnya). Wajar bahwa tentu secara rata-rata, nakes lebih sehat kondiisinya, dan lebih mudah akses ke pelayanan kesehatan.

Meski demikian, CFR pada kelompok sudah divaksinasi 2 dosis adalah 0,001% pada periode Januari-Maret dan 0,01% pada periode April-Juni. Lebih rendah daripada yang belum divaksinasi.

Pelajaran pentingnya juga, vaksinasi dosis 1 belum memberikan efek signifikan bila dibandingkan dengan kelompok belum divaksinasi. Maka harus sangat hati-hati.

Poin penting pembahasan ini: mari jernih membaca data, agar meminimalkan salah pemahaman.

Mangga. Nuwun.

13/9/2021

(dr. Tonang Dwi Ardyanto)

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam
close