Masuk Surga Kok Cuma Ngucap 'La Ilaha Illallah', KH Buya Syakur: Memangnya Film Barbie?! - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Masuk Surga Kok Cuma Ngucap 'La Ilaha Illallah', KH Buya Syakur: Memangnya Film Barbie?!

Masuk Surga Kok Cuma Ngucap 'La Ilaha Illallah', KH Buya Syakur: Memangnya Film Barbie?! 

KONTENISLAM.COM - Selain heboh soal pernyataan ada Yesus dan Bunda Maria di dalam Kabah, KH Abdul Syakur Yasin atau Buya Syakur juga jadi sorotan soal pernyataan nggak masuk akal masuk surga dengan ucapan La ilaha illallah memangnya film Barbie film Aladdin. La ilaha illallah artinya Tiada Tuhan selain Allah.

Menurut Buya Syakur, pemahaman kalimat tauhid La ilaha illallah itu telah bergeser dalam peradaban sejarah Islam lho.

Sebab menurut kiai asal Indramayu itu, kalimat sentral dalam Islam itu adalah semangat persatuan.

Jadi yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW adalah semangat persatuan dengan kalimat La ilaha illallah.

Masuk Surga Cuma Kalimat La Ilaha Illallah

Dalam menguraikan soal La ilaha illallah, Buya Syakur mengatakan ide besar yang dibawa Nabi Muhammad SAW adalah persatuan. Persatuan itu bisa muncul dengan adanya kesetaraan.

Nah menurut Buya Syakur, kalimat La ilaha illallah adalah simbol untuk kesetaraan. Namun sayangnya dalam perjalanannya, kalimat tersebut bergeser pemahamannya cuma sebagai kunci surga.

Buya Syakur menjelaskan aslinya sih menurut pengetahuan yang ia yakini, yang pasti dijamin surga adalah mereka yang menjaga persatuan. Tapi sekarang bergeser maknanya.

“Dalam perjalanan peradaban umat Islam bergeser menjadi La ilaha illalaah kunci masuk surga. Nabi Muhammad memang menjamin siapa yang mendukung persatuan dijamin masuk surga. sekarang, sebelum meninggal mengucap La ilaha illallah, sekarang masuk surga, nggak masuk akal. Hanya karena ucapan. Memangnya film barbie, memangnya film Aladin?” ujar Buya Syakur dalam video ceramah lamanya soal moderasi dan toleransi beragama di Mabes Polri Juni lalu.

Video ceramah Buya Syakur itu belakangan baru viral dan menjadi pembahasan karena isu sensitif yang disampaikan tersebut.

Buya Syakur yang merupakan pendiri Ponpes Cadangpinggan, Indramayu, Jawa Barat itu menjelaskan yang dijamin masuk surga oleh Nabi adalah mereka yang mendukung persatuan.

Tapi kemudian La ilaha illallah disempitka menjadi kunci masuk surga.

Sedangkan di dalam Alquran pun dengan jelas bahwa untuk masuk surga itu nggak cuma modal ucapan saja.

“Di Alquran masuk surga bukan (cuma) dengan ucapan, memangnya Aladin bim salabim, memangnya Barbie gitu,” kata dia.

Buya Syakur menjelaskan masuk surga itu butuh dengan perjuangan, dibayar dengan nyawa, darah dan keringat bahkan sampai meninggalkan anak istri.

“Di Alquran masuk surga bukan dengan ucapan, kan ada ayatnya yang artinya apakah engkau menduga bisa masuk surga, apakah kamu tidak bercermin kepada mereka yang mendahului kamu, mereka berjuang sengsara membela kebenaran,” katanya.

Yesus di Dalam Kabah

Dalam ceramahnya, Buya Syakur tidak mengatakan ada patung Yesus dan Bunda Maria di dalam kiblat umat Muslim sedunia.

Kiai asal Indramayu itu mengatakan ada gambar Yesus dan Siti Mariam di dalam Kabah.

Jadi Buya Syakur menceritakan justru Nabi Muhammad mencegah pengikutnya yang ingin hapus Yesus dan Siti Maryam di dalam Kabah lho.

Berikut ini ceramah Buya Syakur soal Yesus di dalam Kabah:

“Kita lihat bahwa Nabi Muhammad SAW itu bisa taklukkan Kota Mekkah. Begitu dikuasai, berhala yang ada 480 berhala itu ditumbangkan semuanya. Lalu mereka masuk ke Kabah, di situ ada gambar Yesus, ada gambar Siti Maryam gendong Nabi Isa. Begitu mereka akan hapus gambar Nabi Isa dan Siti Maryam itu, kata Nabi apa? Beliau mengatakan gambar ini biarkan saja, jangan dihapus,” kata KH Buya Syakur.

Kiai asal Jawa Barat ini nggak adal ngomong demikian lho. dia mengutip sebuah riwayat dalam kitab Akhbar Makkah.

“Kenapa gambar Nabi Isa tak dihapus sedangkan berhala ditumbangkan, kenapa? Itu mesti dijelaskan kenapa? Jadi artinya betapa dekatnya hubungan Nabi Muhammad dnegan para nasrani itu, nggak ada masalah, yang perlu dketahui yang mengusir dan menghalau orang Yahudi dari Kota Madinah bukan Kanjeng Nabi tapi Khalifah Umar, dihabisin semuanya,” kata dia. [/hops]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam
close