Pantas langsung dilirik, begini cara Dudung pikat hati pentolan PDIP: Megawati sampai terharu! - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pantas langsung dilirik, begini cara Dudung pikat hati pentolan PDIP: Megawati sampai terharu!

Pantas Langsung Dilirik, Ternyata Begini Cara Dudung Pikat Hati Pentolan PDIP: Megawati Sampai Terharu! 

KONTENISLAM.COM - Pengamat politik dan militer, Selamat Ginting mengungkapkan awal mula kedekatan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Dudung Abdurachman dengan pentolan PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Kisah tersebut bermula dari keinginan Jenderal Dudung yang ingin mendirikan patung Presiden Soekarno di Akademi Militer (Akmil).

Pembangunan patung sosok Bapak Proklamator itu sendiri dianggap penting lantaran jadi orang yang menginisiasi berdirinya Akmil.

“Ketika Dudung Abdurachman mengusulkan, membuat patung Presiden Soekarno dengan alasan batu pendirian akademi militer ini oleh Presiden Soekarno dan itu tidak dilakukan oleh gubernur-gubernur akademi militer yang lain,” kata Selamat, dikutip dari saluran YouTube FNN pada Jumat, 19 November 2021.

Sontak gebrakan itu langsung menarik perhatian Ketua Umum PDIP Megawati, Puan Maharani, hingga Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

“Maka kemudian Dudung berinisiatif seperti itu, inilah yang menarik perhatian Megawati Soekarnoputri dan tentunya Puan Maharani, serta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto,” ujar Selamat.

“Di sinilah nama Dudung mulai muncul dan menjadi pusat perhatian calon pemimpin angkatan darat berikutnya,” sambungnya.

Kemudian pasca dibuatnya patung Soekarno, seketika prestasi Jenderal Dudung langsung melesat dan terpilih jadi Pangdam Jaya hingga KASAD.

“Tadinya belum berhasil jadi Pangdam, akhirnya menjadi Pangdam Jaya. Di situlah Dudung juga menjadi preferensi bagi Presiden Jokowi untuk mengangkatnya menjadi KASAD,” tutur Selamat.

Di samping itu, Selamat juga menilai bahwa Presiden Jokowi sempat dibuat terpukau dengan ketegasan Jenderal Dudung yang berani melucuti baliho milik Front Pembela Islam (FPI).

“Terutama dalam kasus ketegasannya dalam mencopoti baliho FPI yang berisi sosok Habib Rizieq Shihab,” imbuhnya.

Megawati Terharu

Sejumlah tokoh nasional menghadiri langsung acara pelantikan Jenderal Dudung Abdurachman yang terpilih sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), salah satunya Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Selain pentolan partai berlogo kepala banteng tersebut, acara pelantikan dihadiri pula oleh Wapres Ma’ruf Amin, Menko Polhukam Mahfud Md, Menhan Prabowo Subianto, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

Kehadiran Megawati dalam acara pelantikan tersebut bukan tanpa sebab.

Pasalnya, politikus PDIP Utut Adianto Wahyuwidayat mengungkapkan ada pengalaman istimewa antara Jenderal Dudung dengan Megawati.

Hal tersebut terjadi ketika Dudung Abdurachman menginsiasi pembangunan patung Bung Karno yang tak lain ayahnya.

“Ada momen ketika kita semua diundang, ada Ibu, ada Pak Menhan, waktu itu juga ada Pak Kepala BIN, saat itu di akademi militer, Pak Dudung sebelum menjadi Pangkostrad dan Pangdam Jaya, Gubernur Akmil,” kata Utut mengutip Kompas, pada Rabu, 17 November 2021.

Utut mengungkapkan, kejadian yang membuat Megawati terharu ialah momen ketika Jenderal Dudung menginsiasi pendirian patung Bung Karno.

Padahal berdasarkan catatan sejarah, sosok Soekarno dianggap sebagai pemimpin yang tidak dekat atau berseberangan dengan TNI Angkatan Darat (AD).

“Tapi bukan hanya itu, ini artinya adalah titik di mana yang selama ini Bung Karno dianggap bukan sahabatnya Angkatan Darat, itu kan jadi cair. Itu titiknya,” jelasnya.

Wakil Ketua Komisi I DPR ini menjelaskan, menanggapi soal rencana pendirian patung Bung Karno, Megawati terlihat terharu sekaligus senang.

Hal itu lantaran Soekarno bukan sekadar sebagai ayah bagi Megawati. Melainkan, sosok Soekarno sebagi PDIP merupakan guru ideologis partai.

Menjadi bagian yang turut hadir dalam acara, Utut melihat Megawati Soekarnoputri sangat bahagia hingga terharu.

Sebab setelah 75 tahun Indonesia merdeka, pada akhirnya ada yang menganggap Bung Karno sebagai proklamator.

“Kita menjalani ajaran-ajaran Bung Karno yang kita anggap bisa kita dipedomanin,” tegasnya.

“Saya lihat Ibu bukan hanya gembira, campur terharu lah, setelah sekian puluh tahun akhirnya bisa cair seperti itu,” imbuh Utut. [Sumber: hops]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam
close