Ridwan Saidi Ungkap Strategi PKI di Jakarta Pada Pemilu 1955: Dia Datangkan Gembel dan Serang Tokoh Masyumi - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ridwan Saidi Ungkap Strategi PKI di Jakarta Pada Pemilu 1955: Dia Datangkan Gembel dan Serang Tokoh Masyumi

Ridwan Saidi Ungkap Strategi PKI di Jakarta Pada Pemilu 1955: Dia Datangkan Gembel dan Serang Tokoh Masyumi 

KONTENISLAM.COM - Budayawan Betawi Ridwan Saidi mengungkap strategi yang digunakan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) di wilayah Jakarta pada Pemilu 1955.

Awalnya, Politisi Partai Gerindra Fadli Zon menanyakan tentang sudut pandang dari Ridwan Saidi tentang Pemilu 1955 karena tokoh Betawi itu merupakan salah seorang saksi hidup saat peristiwa tersebut terjadi.

Menanggapi Fadli Zon, Ridwan Saidi memulai jawabannya dengan menyebut penyebab wilayah Jakarta menjadi kumuh dan kotor.

Menurut Ridwan Saidi, kumuh dan kotornya wilayah Jakarta dikarenakan PKI yang mendatangkan para gembel ke Ibu Kota Negara.

Hal tersebut diungkapkan oleh Budayawan Betawi yang akrab disapa Babe Ridwan itu dalam sebuah video berjudul 'Kesaksian Ridwan Saidi di 4 Zaman' di kanal YouTube Fadli Zon Official pada 4 Desember 2020.

"Itu waktu itu ya, kotornya Jakarta juga oleh PKI karena dia mendatangkan gembel-gembel," kata Babe Ridwan, dikutip dari kanal YouTube Fadli Zon Official, Jumat, 19 November 2021.

Dia menceritakan gembel-gembel yang didatangkan oleh PKI itu kemudian membangun rumah-rumah di Jakarta yang terbuat dari plastik.

Rumah yang dibuat oleh gembel-gembel itu dapat digulung, digendong, dan dibawa kemana-mana, sehingga Budayawan Betawi itu menyebutnya sebagai 'Rumah Keong'.

"Itu gembel membangun rumah-rumah dari plastik, nanti kalau pagi rumahnya digulung dan digendong kemana dia pergi, kita bilang rumah keong karena rumahnya bisa bergerak, itu kotor," ujarnya.

Namun, dia mengungkapkan didatangkannya para gembel tersebut membuat PKI mendapatkan perolehan suara yang tinggi di Jakarta.

Bahkan, Ridwan Saidi menyebut PKI berhasil menempati perolehan suara terbanyak kedua setelah Partai Masyumi di Jakarta dan menempati posisi keempat di tingkat nasional.

"Dan ternyata ini memberi vote yang tinggi di Jakarta. Jakarta, PKI juara kedua setelah Masyumi, nasional dia juara keempat," ungkapnya.

Babe Ridwan menambahkan, PKI juga banyak melakukan kampanye yang tidak jujur, bahkan sampai menyerang pribadi tokoh-tokoh Partai Masyumi.

Selain itu, dia menuturkan partai-partai lain, seperti Partai Nasional (PNI) berkampanye dengan menarik, Partai Masyumi selalu luar biasa.

"Jadi dia (PKI) ini juga kampanyenya banyak ketidakjujuran, umumnya menyerang pribadi-pribadi tokoh Masyumi saja, yang saya ikuti. PNI juga pidatonya menarik seperti Pak Abdul Majid, kalau masyumi memang luar biasa," tuturnya.

Dia juga mengatakan panggung-panggung kampanye partai-partai politik pada Pemilu 1955 sangat berkelas. Pasalnya, kampanye tidak hanya berisi agitasi, melainkan juga penyampaian substansi.

"Panggung kampanye juga berkelas," pungkasnya. [Sumber: pikiran-rakyat]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam
close