Sebut Tes PCR Harusnya untuk Orang Bergejala, Siti Fadilah Supari: Jangan yang Sehat Dikejar-kejar - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sebut Tes PCR Harusnya untuk Orang Bergejala, Siti Fadilah Supari: Jangan yang Sehat Dikejar-kejar

Eks Menkes Siti Fadilah: Tes PCR Harusnya untuk Orang Bergejala, Jangan Yang Sehat Dikejar-kejar Terus 

KONTENISLAM.COM - Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari menilai tes PCR untuk pasien Covid-19 seharusnya tidak dilakukan untuk orang yang sehat.

Menurutnya, tes PCR sebetulnya dilakukan untuk mendiagnosis seseorang yang sakit.

Pemeriksaan itu pun harus berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter.

"Sebetulnya untuk mendiagnosa seseorang yang sakit itu harus dokter, jadi dari anamnesis, tanda-tanda, gejala, laboratorium, baru PCR," tutur Siti Fadilah Supari, dikutip dari kanal Youtube Karni Ilyas Club, Kamis, 25 November 2021.

Dia menjelaskan bahwa PCR merupakan alat tes untuk mengonfirmasi dan masuk ke dalam rangkaian akhir pemeriksaan.

"PCR adalah satu alat konfirmasi yang sudah diujung, jadi bukan PCR itu mendiagnosa, nah itu kesalahannya itu," kata Siti Fadilah Supari.

Oleh karena itu, dia menekankan bahwa tes PCR seharusnya dilakukan untuk orang-orang yang sudah mempunyai gejala.

Sedangkan orang-orang yang dalam kondisi sehat, seharusnya tidak 'dikejar' oleh tes PCR ini.

"Seharusnya PCR hanya digunakan untuk orang-orang yang sudah mempunyai gejala. Jangan ada orang yang sehat dikejar-kejar di-PCR," ujar Siti Fadilah Supari.

Dia pun menyoroti berbagai kegiatan tes PCR yang dilakukan oleh pemerintah di Indonesia.

"Ada orang naik motor, dikejar untuk di-PCR, kemudian di tempat-tempat wisata orang-orang seger-buger pada wisata, dikejar-kejar PCR," tutur Siti Fadilah Supari.

Dia juga menilai kebijakan tes PCR di Indonesia peruntukannya terlalu luas atau tidak jelas.

Sehingga, pemerintah akhirnya membeli alat tes PCR sebanyak-banyaknya.

"Nah, karena PCR peruntukannya tidak jelas atau terlalu luas, maka terpaksa Pemerintah beli PCR sebanyak-banyaknya," ucap Siti Fadilah Supari.

Mendengar hal itu, Karni Ilyas pun menyebutkan bahwa alat tes PCR kebanyakan dibeli oleh pihak swasta.

"Oh yang beli swasta? Tapi duitnya kan dari APBN," ucap Siti Fadilah Supari.

Karni Ilyas pun membenarkan bahwa ada alat tes PCR yang dibeli dari APBN, tetapi sebagian besar dibeli oleh swasta. [pikiran-rakyat]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam
close