Mahfud soal Khilafah: Tak Ada Sistem Baku dari Al-Quran Tentang Sistem Bernegara - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mahfud soal Khilafah: Tak Ada Sistem Baku dari Al-Quran Tentang Sistem Bernegara

Mahfud soal Khilafah: Tak Ada Sistem Baku dari Al-Quran Tentang Sistem Bernegara 

KONTENISLAM.COM -Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD kembali buka suara terkait penerapan sistem khilafah di Indonesia.

Terkait sistem khilafah itu, Mahfud menyebut ia beberapa kali membangun dialog dengan sejumlah ormas Islam untuk membicarakannya.

Hanya saja hingga kini memang tak ada yang bisa menunjukkan bahwa ada sistem atau aturan baku yang berasal dari ajaran Islam mengenai sistem bernegara.

"Saya sudah berkali-kali berdialog ke MUI, NU, Muhammadiyah, kampus, ponpes, ke berbagai TV, dan nulis di media. Tak ada yang bisa menunjukkan ada sistem baku dari Quran dan hadits tentang sistem bernegara," ujar Mahfud kepada wartawan, Jumat (22/4).

"Semua setuju bahwa sistem bernegara itu hasil ijtihad yang selalu berbeda. Mengapa? Ya, karena memang tidak ada," sambungnya.

Kepada pihak atau kelompok yang bersikeras pada pendapatnya itu, Mahfud menyarankan untuk mendatangi dan membicarakan langsung perihal usulan itu kepada Muhammadiyah, NU, MUI, dan ormas-ormas Islam lainnya.

"Coba tunjukkan kepada publik secara runut dan logis berdasar secara fikih, kapan dan di mana pernah ada sistem khilafah Islam yang baku? Carilah sejak zaman Abu Bakar sampai sekarang. Orang-orang ini pun kalau diajak diskusi paling nanti hanya seperti yang lain dan bilang, oh begitu toh maksudnya," ucap Mahfud.

"Tunjukkan mana sistem bernegara yang baku menurut Islam. Ingat, kita bicara sistem, bukan nilai. Kalau soal nilai, anak Tsanawiyah juga tahu semua," imbuhnya.

Aspirasi itu, kata Mahfud, pun bisa pula disampaikan pada institusi negara lain seperti DPR/MPR.

Di sana, para pihak dan kelompok itu dapat dengan terbuka menyampaikan gagasannya itu, terutama kepada parpol Islam.

"Kalau soal aspirasinya ya salurkan ke parpol, DPR/MPR karena kalau mengusulkan perubahan sistem tempatnya ya di institusi-institusi tersebut. Mungkin saja ada parpol Islam yang tertarik. Kan aktivis parpol Islam banyak tahu fikih dan usul fikih," ungkap Mahfud.

Jika masih tak menemui jalan keluar, pembentukan parpol baru yang mengusung sistem khilafah tersebut, menurut Mahfud mungkin bisa menjadi solusi terakhir.

Sehingga masukan dan solusi mereka soal sistem bernegara yang mereka yakini dapat tersalurkan dengan baik.

"Kalau tak ada parpol yang tertarik ya ikut pemilu sendiri saja. Buat parpol, lalu ikut pemilu. Saya tak ada waktu melayani dialog yang hanya sensasi karena dialog-dialog terbuka terus dilakukan. Saya kan sudah selalu terbuka di mana-mana," katanya.

Karena itu, terkait masukan paham khilafah itu hingga saat ini masih ia anggap sebagai sebuah bentuk penyaluran aspirasi dari masyarakat soal bagaimana sistem bernegara yang ideal untuk diterapkan.

"Mereka tak tahu apa yang mereka katakan. Mereka tak tahu bedanya nilai dan sistem. Tapi biarlah mengalir itu sebagai aspirasi," pungkasnya. [kumparan]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam
close