Guru Ngaji Cerita Doa Jokowi di Ka'bah Tahun 2019: Selamatkan Indonesia - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Guru Ngaji Cerita Doa Jokowi di Ka'bah Tahun 2019: Selamatkan Indonesia


KONTENISLAM.COM - Sahabat yang juga merupakan guru ngaji Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gus Karim, menceritakan dirinya pernah diajak umrah saat Jokowi sedang kampanye pemilihan presiden (pilpres) pada 2019. 
 
Gus Karim mengungkapkan doa yang diucap Jokowi saat berada di depan Ka'bah.
 
Cerita Gus Karim ini diunggah dalam akun resmi YouTube Presiden Joko Widodo kemarin. 
 
Gus Karim awalnya menceritakan betapa khusyuknya Jokowi saat masuk ke Ka'bah.
 
"Itu ya masyaallah luar biasa. Saya Pak Jokowi di dalam Ka'bah, di dalam makam Rasul itu begitu khusyuknya," ujar Gus Karim seperti dilihat, Minggu (1/5/2022).
 
Gus Karim mengungkapkan doa yang diucapkan Jokowi saat sedang di depan Ka'bah bersama dirinya. 
 
Dia mengatakan bahwa Jokowi hanya meminta agar Indonesia diselamatkan.
 
"Kalau saya di depan Ka'bah itu kan permintaannya luar biasa, 'jadikanlah saya ketua RW, jadikanlah saya...' Tapi Pak Jokowi yang begitu banyak masalah, banyak sekali PR-PR, doa yang saya dengar hanya 2 kalimat atau 3 kalimat, 'selamatkan Indonesia'," tuturnya.
 
Selain itu, Gus Karim membeberkan awal mula dirinya bisa diajak umrah oleh Jokowi. 
 
Saat itu, Gus Karim sedang menghadiri kampanye pilpres Jokowi di Stadion Sriwedari, Solo.
 
Awalnya, Gus Karim meneriakkan nama Jokowi, walau tak terdengar oleh Jokowi. 
 
Namun, yang mendengar adalah Wali Kota Solo saat itu, FX Hadi Rudyatmo.
 
"Itu asal mulanya kampanye pilpres kedua di Stadion Sriwedari, Surakarta. Akhirnya Pak Jokowi lewat. Saking senang saya, saya juga manggil. 'Pak Jokowi, Pak Jokowi, Pak Jokowi'," kenang Gus Karim.
 
"Tapi tidak direspons karena nggak dengar mungkin, ribuan orang. Ah sudah saya sudah pupus. Nah belakangnya beliau itu ada Pak Rudy, saya manggil, 'Pak Rudy, Pak Rudy, Pak Rudy'. '(Dibalas) loh Gus?' Beliau lari. Pak Rudy itu lari, mengejar Pak Jokowi itu. Beliau mengatakan, 'Gus Karim'. Nah Pak Jokowi kembali," sambungnya.
 
Kemudian, Jokowi menghampiri Gus Karim. Namun, Jokowi tidak mengatakan apa-apa, sekadar menunjukkan tangannya ke arah lain.
 
Dua hari setelah pertemuan itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menghubungi Gus Karim. 
 
Pratikno mengatakan dirinya diperintahkan Jokowi mengajak Gus Karim ikut umrah.
 
"Wah saya kaget. 'Belum diberi tahu toh, Gus?' 'Belum'. Katanya, 'di stadion itu sudah (diberi tahu)'. 'Oh belum, beliau cuma menunjuk ke barat'. 'Nah itu maksudnya umrah, Gus'. Oh iya, terus berangkat," kata Gus Karim.
 
Lebih lanjut, Gus Karim mengungkap kepribadian Jokowi sebagai sosok yang sederhana. 
 
Sehingga, siapapun yang bertemu dengan Jokowi pasti tidak akan merasa canggung.
 
Gus Karim turut menceritakan pengalaman unik bersama Jokowi. Kala itu, Gus Karim pernah membayar soto yang dipesan Jokowi, tanpa sepengetahuannya.
 
"Di antara yang lucu itu saya pernah jajan soto di Soto Gading. Terus Pak Jokowi datang. Beliau nggak tahu kalau saya di situ, akhirnya saya bayari. Tapi Pak Jokowi nggak tahu kalau saya bayari," jelasnya.
 
Setelah Jokowi tahu dirinya makan soto secara gratis, Gus Karim ditelepon Jokowi. Gus Karim mengatakan Jokowi berterima kasih saat itu.
 
"Setelah diberi tahu yang bayar saya, dia menelepon saya, 'Gus terima kasih loh Gus. Kok bayari? Bagaimana toh Gus'. Terus saya jawab 'ya sekali-sekali rakyat traktir pejabat'. Dia ngakak-ngakak itu. Nah setelah itu, dia pesan, 'ya terima kasih Gus. Tapi jangan dijadikan bahan pengajian'. Ha-ha-ha...," imbuh Gus Karim. [detik] 
Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam
close