Pendeta, pastor dan biksu datang doakan jenazah, ini pesan sakti Buya Syafii Maarif tentang hakikat agama - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pendeta, pastor dan biksu datang doakan jenazah, ini pesan sakti Buya Syafii Maarif tentang hakikat agama

Pendeta dan Pastor yang ikut mendoakan jenazah Buya Syafii Maarif (Instagram @dennysirregar) 

KONTENISLAM.COM - Buya Syafii Maarif meninggal dunia, ribuan orang datang dengan latar belakang yang berbeda baik secara sosial dan agama.

Mereka datang untuk melepas Buya Syafii Maarif, guru bangsa dan tokoh Muhammadiyah yang dikenal dengan ajarannya yang humanis.

Sebagai seorang Muslim, jenazah Buya Syafii Maarif tak hanya didoakan dan dilepas umat Islam, melainkan dari lintas agama.

Sebuah pemandangan yang menyejukan terlihat saat jenazah Buya Syafii Maarif disemayamkan di Masjid Gede Kauman, Yogyakarta.

Bukan hanya dihadiri oleh kiai dan habaib, jenazah Buya Syafii Maarif juga dihadiri pemuka agama lain mulai dari pendeta, pastor hingga biksu hadir dalam persemayaman.

Tak heran mereka begitu menghormati sosok Buya Syafii Maarif karena apa yang diajarkan beliau semasa hidup tentang toleransi beragama dan hakikat agama.

Ada satu kalimat dan pesan yang sangat mendalam, tentang hakikat manusia beragama yang pernah dilontarkannya semasa hidup.

"Nak, dicintai sesama pemeluk agama itu biasa. Tapi dicintai mereka yang berbeda agama, itu yang luar biasa. Itulah ajaran inti agama kita," tulis Denny Siregar, mengutip pesan Buya Syafii Maarif pada 27 Mei 2022 melalui Instagram @dennysiregar.

Apa yang diucapkan beliau semasa hidup telah terbukti saat tokoh senior Muhammadiyah ini meninggal dunia.

Pemuka agama lain datang, turut mendoakannya dengan keyakinan yang mereka pegang masing-masing.

Tak ada kecanggungan dalam persemayaman saat para pemuka agama lain hadir, begitu juga dengan mereka yang terlihat tulus berdoa dengan Tuhannya.

Di media sosial pun sama, semua mendoakan Buya Syafii Maarif mulai dari Kristen, Protestan, Hindu, Budha hingga Konghucu.

Mereka merasakan kehilangan sosok guru bangsa, bahkan banyak yang mengatakan ini sama seperti saat Gus Dur meninggal dunia. [hops]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam