Sinar Terang Terpancar dari Sunan Giri saat Bayi Ketika Dibuang ke Laut - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sinar Terang Terpancar dari Sunan Giri saat Bayi Ketika Dibuang ke Laut



KONTENISLAM.COM - RAJA Blambangan kian murka mendengar ayah Sunan Giri selamat dan berhasil melarikan diri. 
 
Prabu Menak Sembuyu kian menyimpan dendam dengan ulama kharismatik sekaligus waliyullah yang diutus Sunan Ampel menyebarkan agama islam di Bumi Blambangan ini.
 
Konon dendam Menak Sembuyu kian memuncak setelah wilayahnya kembali dilanda wabah dan bencana kelaparan. 
 
Buku "Wali Songo" karya Umar Hasyim mengisahkan bagaimana Prabu Menak Sembuyu ini menyalahkan menantunya yang menyebabkan wabah penyakit dan kelaparan kembali merajalela.
 
Terlebih tiga bulan pasca Syeikh Maulana Ishak melarikan diri, Islam berkembang cukup pesat di Banyuwangi. 
 
Menurut sang raja, wabah dan penyakit itu akibat banyaknya warga yang meninggalkan agama Hindu, hingga membuat sang dewa murka.
 
Suatu ketika anak Dewi Sekardadu, cucu Prabu Menak Sembuyu lahir. 
 
Bayi itu lahir berjenis kelamin laki-laki dengan paras tampan. Tetapi sang raja sempat memiliki niat untuk membunuh sang cucu karena kesal dan menyalahkan ulah Syeikh Maulana Ishak atas perbuatannya.
 
Meski demikian, hal itu urung dilakukan karena melihat cucunya terlahir laki-laki dengan paras tampan. 
 
Sebagai gantinya sang penguasa Blambangan ini memerintahkan anaknya Dewi Sekardadu untuk membuang cucunya ke laut lepas.
 
Tentu saja hal ini membuat sedih Dewi Sekardadu atas keputusan ayahnya itu. 
 
Ia ikut mengantarkan putranya dibawa oleh para utusan raja ke tepi pantai. Di hadapan mata kepalanya sendiri, peti yang di dalamnya terbaring putranya itu dibuang ke tengah laut.
 
Pasca peristiwa itu, Dewi Sekardadu kian lemah dan sangat sedih. 
 
Ia pun memutuskan tidak kembali ke istana dan memilih mengembara entah kemana, tidak ada yang tahu seorang pun kemana sang putri raja itu pergi. 
 
Hingga suatu ketika konon Dewi Sekardadu ditemukan meninggal dunia di tengah hutan dan tidak seorang pun yang mengetahui dimana jenazahnya terbaring.
 
Di sisi lain nasib Raden Paku yang terombang-ambing di lautan akhirnya ditemukan oleh pedagang dari Gresik saat hendak menuju Bali. 
 
Konon saat melintasi dekat peti sang calon waliyullah ini perahu oleng dan berputar-putar terus di tengah lautan.
 
Perahu tak bisa maju dan tidak bisa mundur. Bahkan saat diperiksa di tengah laut dari perahu tampak sebuah sinar terang. 
 
Ternyata sinar terang itu muncul dari peti yang terapung-apung di tengah laut. Setelah peti diambil dan dibuka, mereka terkejut karena di dalamnya ada bayi laki-laki yang menangis mengiba - iba.
 
Menariknya saat perahu hendak menuju Bali, perahu masih oleng dan tak bisa melaju ke arah timur. 
 
Keputusan pun diambil dengan tidak meneruskan perjalanan ke Bali dan kembali ke Gresik. 
 
Selanjutnya bayi laki-laki itu diserahkan kepada majikan mereka di Gresik bernama Nyai Gede Pinatih. [okezone] 
Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam
close