Aktivis di Labuan Bajo ‘Didatangi’ TNI dan Polri, Minta Tak Lakukan Aksi Saat Kunjungan Jokowi - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Aktivis di Labuan Bajo ‘Didatangi’ TNI dan Polri, Minta Tak Lakukan Aksi Saat Kunjungan Jokowi

 

KONTENISLAM.COM - Aktivis dari Forum Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat [Formapp Mabar], Rafael Todowela ‘didatangi’ oleh sejumlah TNI dan Polisi di kediamannya di Labuan Bajo pada Selasa malam, 19 Juli 2022.

Kedatangan anggota polisi dan TNI tersebut hendak ‘meminta’ Rafael untuk tidak melakukan aksi saat Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Labuan Bajo pada Kamis, 21 Juli 2022.

“Mereka datang meminta agar kami tidak melakukan aksi, menyampaikan aspirasi saat Presiden Jokowi ke Labuan Bajo,” ujar Rafael saat dihubungi, Rabu 20 Juli 2022.

Sebelumnya, pada 18 Juli lalu, Formapp Mabar memfasilitasi aksi damai berbagai elemen masyarakat dan asosiasi pelaku pariwisata di Mabar – NTT untuk menentang kebijakan penaikan tiket masuk menjadi 3,75 juta, monopoli bisnis, dan komersialisasi Taman Nasional Komodo.

Rafael menjelaskan, Polisi dan TNI yang sambangi kediamannya itu berjumlah dua kelompok.

Yang pertama datang sekitar pukul 21.43 sejumlah 10 orang. Dari antara mereka, tidak ada satupun yang dikenal.

Polisi dan TN itu hadir, tutur Rafael di saat dirinya tengah berkumpul bersama keluarga dan teman-temannya, yaitu satu orang anggota Formapp dan dua orang jurnalis.

“Mengaku mengaku TNI dan Polri dari Polres Manggarai Barat, KODAM Kupang dan KODIM Ruteng,” jelasnya.

Dari kesepuluh orang yang tidak dikenal itu, kata dia, enam orang masuk ke dalam rumah, tepatnya di ruang tamu di mana Rafael dan kawan-kawannya tengah berkumpul.

“Sementara yang lainnya berdiri mondar-mandir di luar rumah, sembari mengangkat-angkat handphone yang nampak seperti tengah memotret rumah saya,” jelasnya.

Minta Tak Lakukan Aksi Saat Jokowi Berkunjung

Salah satu dari antara apart itu membuka pembicaraan dan menyampaikan tujuan kedatangan yakni meminta Formapp untuk tidak melakukan ‘kegiatan yang mengganggu keamanan’ pada momen kunjungan Presiden Joko Widodo ke Labuan Bajo.

“Terkait kegiatan kemarin itu, kemarin kan sudah ada pertemuan dengan Pemda. Sudah ada titik sudah ada jawaban terkait aksi itu. Pesan dari mereka [pimpinan], selama kunjungan jangan dulu ada kegiatan atau aksi-aksi lainnya itu,” ujar Rafael mengulang yang disampaikan aparat tersebut.

Rafel menanyakan alasan mereka harus datang pada malam hari dan secara bergerombol ke rumahnya.

Menurut Rafael, jika mereka hadir mewakili institusi TNI atau Polri sebagaimana pengakuan mereka, seharusnya saat yang tepat serta membawa surat tugas.

“Jika kalian dari institusi terkait, kenapa datang malam hari. Saya keberatan kalian datang di malam hari tanpa undangan. Kalau bertamu, lakukan siang hari,” katanya.

Ia menguraikan, salah satu dari antara aparat tersebut mencoba memberikan penjelasan, menyebut bahwa kedatangan mereka ‘atas perintah pimpinan’.

“Kami hanya menyampaikan atensi dari pimpinan. Bahkan pimpinan menyatakan bahwa tidak ada hal yang menghambat di Kunker [kunjugan kerja-red] ini ketika Jokowi datang. Presiden kita bersama, bukan presiden kami saja, presiden seluruh warga negara Indonesia,” tuturnya mengulang yang disampaikan aparat tersebut.

Aparat tersebut, tambahnya juga sempat menyinggung soal Golo Mori. Namun, ia sendiri tidak secara rinci menjelaskan maksudnya.

Rafael sendiri tetap kukuh agar mereka menyertakan surat tugas jika mereka mewakili institusi yang mereka sebutkan.

Rafael juga keberatan karena mereka datang malam hari. Apalagi, tidak ada satu pun dari antara mereka yang Rafael kenal.

“Setelah kurang lebih 15 menit, Rafael kemudian meminta mereka untuk keluar dari rumahnya. Sekitar pukul 22.00 Wita, mereka pun pamit,” tuturnya.

Sekitar 15 menit berselang, lanjutnya, kelompok kedua datang.

Mereka terdiri dari lima orang yang diketahui ialah aparat Polri dan TNI yang bertugas di Labuan Bajo.

“Beberapa dari mereka kami kenal,” ujarnya. Mereka datang menyampaikan permohonan maaf jika kehadiran kelompok pertama mengganggu keamanan dan kenyamanan saya,” jelasnya.

Kepada kelompok yang kedua ini, kata dia, pihaknya menitipkan pesan agar pihak kepolisian bisa memfasilitasi pihaknya untuk menyampaikan aspirasi kepada Jokowi terkait dengan banyak soal di Labuan Bajo, terutama masalah ‘Kenaikan Tiket ke Taman Nasional Komodo’ yang hari ini sedang ramai diperbincangkan.

“Kelompok kedua ini berjanji akan meneruskan permintaan kami kepada pimpinan mereka. Sekitar pukul 23.00 Wita, mereka kemudian pergi,” pungkasnya.

Floresa sudah berupaya mengkonfirmasi Kapolres Mabar, Felli Hermanto. Namun hingga berita ini diturunkan dia belum merespons. [Floresa]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam