Bahaya! 33 Juta Rakyat Indonesia Diklaim Terpapar Radikalisme: Lebih Baik BNPT Dibubarkan - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bahaya! 33 Juta Rakyat Indonesia Diklaim Terpapar Radikalisme: Lebih Baik BNPT Dibubarkan

 

KONTENISLAM.COM - Pegiat media sosial Helmi Felis menyoroti pernyataan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ahmad Nurwakhid yang mengungkapkan terdapat 33 juta penduduk Indonesia terpapar radikalsime. Helmi Felis pun mempertanyakan kategori radikal yang dimaksud BNPT. Hal itu disampaikan Helmi Felis dalam akun Twitter pribadinya, pada Jumat 22 Juli 2022. "BNPT ini perlu ada gak di Indonesia? Masa sekitar 12% rakyat Indonesia Radikal? Kategori radikal seperti apa? Yang shalat 5 waktu? Yang puasa saat Ramadhan? Yang mengaji?," ujar Helmi Felis. Dia juga meminta BNPT Dibubarkan daripada menyebar ketakutan dan perpecahan. "Kalo tidak ada manfaat selain menyebar KETAKUTAN & PERPECAHAN lebih baik BNPT dibubarkan saja. BAHAYA," pungkasnya. Sebelumnya, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ahmad Nurwakhid mengklaim terdapat 33 juta penduduk Indonesia terpapar radikalisme. Ia mengatakan ciri-ciri masyarakat yang terpapar radikalisme adalah “intoleran dan anti Pancasila”. Tak hanya itu, Ahmad juga menyebut ciri lainnya yakni akan memerangi kelompok agama tertentu yang berbeda paham dengan cara menyebar hoaks dan fitnah. “Ciri indikasi ini di Indonesia sudah mengalami penurunan dari 2019 di angka 38,4 persen, dan pada 2020 sampai 2021 turun di angka 12,2 persen. Artinya masih 33 juta penduduk Indonesia yang sudah terpapar (radikalisme),” kata Ahmad dalam diskusi publik di Kedubes Prancis, Jakarta, Rabu (20/7/2022). Menurutnya, untuk mencegah radikalisme perlu penanganan dari hulu ke hilir. “Hilirnya tidak ada masalah karena kita bisa melakukan preventive justice yang dilakukan Densus 88 Anti Teror di bawah koordinasi BNPT,” kata Ahmad. “Tetapi hulunya, paham yang menjiwainya, paham radikalismenya, Undang-Undang belum bisa digunakan untuk melakukan tindakan secara yuridis,” lanjutnya.[wartaekonomi]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam