Dugaan Pembunuhan Berencana Terhadap Brigadir J, Malah Kasus Pelecehan Seksual yang Diangkat Polisi, Pakar: Mereka Tidak Mau... - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dugaan Pembunuhan Berencana Terhadap Brigadir J, Malah Kasus Pelecehan Seksual yang Diangkat Polisi, Pakar: Mereka Tidak Mau...

Dugaan Pembunuhan Berencana Terhadap Brigadir J, Malah Kasus Pelecehan Seksual yang Diangkat Polisi, Pakar: Mereka Tidak Mau... 

KONTENISLAM.COM - Pakar hukum tata negara Refly Harun menyinggung mengenai pernyataan Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) Laksamana (Purn) Soleman B Ponto soal kasus Brigadir J.

Diduga ada pembunuhan berencana terhadap kematian Nopransyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, namun yang diangkat polisi malah kasus pelecehan seksual.

"Ada aroma rekayasa dari kasus pembunuhan bahkan menurut pengacaranya adalah pembunuhan berencana, tapi yang diangkat justru kasus pelecehan seksualnya," bebernya.

Mantan Kepala BAIS memperkirakan bahwa kasus Brigadir Yosua awalnya merupakan pembunuhan, namun kemudian polisi meningkatkan kasus dalam proses penyidikan.

"Yang menurut perkiraan mantan kepala BAIS ini sebenarnya kasus pembunuhan awalnya, tetapi saat ini polisi meningkatkan kasus ini dalam proses penyidikan," ucapnya yang dikutip dari YouTube Refly Harun, Rabu (20/7).

Polisi tidak ingin kasus pelecehan seksual terlalu lama ditunda, dan hal ini menimbukan kemiripan dengan KM50, kasus pembunuhannya ditunda lama dan akhirnya semua terduga tersangka bebas.

"Jadi, mereka tidak mau terlalu delay. Jadi kasus ini dulu sama seperti KM50 kan, kasus pembunuhannya didelay lama-lama dan akhirnya bebas semua," bebernya.

Dalam peristiwa KM50, kasus yang diangkat terlebih dahulu adalah perlawanan terhadap petugas serta kepemilikan senajata api, yang menyebabkan 6 laskar FPI menjadi tersangka.

"Atau 6 pengawal Habib Rizieq tersebut, tapi setelah itu akhirnya kasus dihentikan karena dianggap sudah meninggal dunia, apakah akan begitu juga dalam hal ini, kita tidak tahu mudah-mudahan tidak terjadi," pungkasnya.[wartaekonomi]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam
Menyalin
close