Gegara Perkataan Menteri Keuangan Soal Pajak, Said Didu Baku Hantam Sama Anak Buah Sri Mulyani: Pelintirannya Di Mana? - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gegara Perkataan Menteri Keuangan Soal Pajak, Said Didu Baku Hantam Sama Anak Buah Sri Mulyani: Pelintirannya Di Mana?

 

KONTENISLAM.COM - Mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu menyoroti perkataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyindir tentang pembayaran pajak.

Mengutip dari VIVA, Sri Mulyani mengatakan bahwa masyarakat yang tidak mau membayar pajak jangan tinggal di Indonesia, karena dana tersebut digunakan pemerintah untuk berbagai hal demi kemajuan bangsa.

Said Didu menyebutkan bahwa ia tak percaya bahwa kata-kata ini keluar dari mulut Sri Mulyani, karena berkali-kali memberikan kebijakan pembebasan pajak kepada orang kaya.


"Bu Sri Mulyani yth, saya belum percaya kata-kata seperti ini keluar dari mulut Ibu karena berkali-kali justru Ibu memberikan kebijakan pembebasan pajak kpd orang kaya."


"Seperti 2 kali tax amnesty, pembebasan pajak kpd investor tambang China, pembebasan pajak penjualan mobil dll," ungkapnya.


Menanggapi hal ini, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo mendebat pernyataan Said mengenai Sri Mulyani.


"Ini plintiran maha dahsyat Pak @msaid_didu. Bu Sri Mulyani mengecam ajakan stop membayar pajak sbg sikap yang buruk. Lha kok lari ke fasilitas?" 


"Pembebasan pajak itu insentif usaha. Tax Amnesty buat seluruh wajib pajak. Baru di era skrg UMKM omset sd Rp 500 jt tdk bayar pajak," ucap Prastowo dalam akun Twitter @prastow.


Tak tinggal diam, Said Didu menyebutkan bahwa hal tersebut jelas pernyataan dan kebijkan Menteri Keuangan, jadi ia tidak mempelintir apapun.


"Itu jelas pernyataan beliau dan itu jelas kebijakan beliau. Pelintirannya di mana? Apakah pantas pejabat "mengusir" warga negara? Pejabat tugasnya mendidik masyarakat dan menegakkan aturan."


"Mas @prastow mhn tunjukkan aturan yg boleh mengusir warga negara. Saya tunggu jawaban," pungkasnya yang dikutip dari Twitter @msaid_didu, Rabu (20/7).[wartaekonomi]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam
close