Hanya Berujung Perpecahan, Surya Paloh Sebut Tak Usah Ada Pemilu, Pengamat Bereaksi: 3 Periode Maksudnya? - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hanya Berujung Perpecahan, Surya Paloh Sebut Tak Usah Ada Pemilu, Pengamat Bereaksi: 3 Periode Maksudnya?

Hanya Berujung Perpecahan, Surya Paloh Sebut Tak Usah Ada Pemilu, Pengamat Bereaksi: 3 Periode Maksudnya?


KONTENISLAM.COM - 
Pengamat Komunikasi Politik Hendri Satrio menyoroti pernyataan Ketua Umum (Ketum) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh yang menyebut lebih baik tak usah ada Pemilihan Umum (Pemilu).

Hal ini diungkapkan bos Media Group tersebut lantaran Pemilu hanya berujung perpecaha anak bangsa.

 

Pendiri Lembaga KedaiKopi itu pun menanggapi pernyataan Surya Paloh tersebut.


"Saya melihat apa yang disampaikan Surya Paloh sebagai suatu pertanyaan untuk negara," ucapnya dikutip dari Twitter pribadinya, Selasa (26/7/2022).


Cuitan Hensat sapaan akrab Hendri Satrio ini mendapat respons beragam dari netizen di Twitter.


"Lho bukannya skrg bangsa kita pecah ? Berarti ga perlu ada pemilu dong," ucap akun @maswawa****.


"3 periode maksudnya?," ucap akun @Teb****.


Dilansir dari Detik, Surya Paloh menyampaikan orasi ilmiah saat penganugerahan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (HC) dari Universitas Brawijaya. 


Dalam orasinya, Paloh memandang lebih baik pemilihan umum (pemilu) tak perlu digelar apabila berujung pada perpecahan bangsa


Paloh mulanya berbicara soal praktik politik identitas yang baik dan yang buruk. Paloh mendukung praktik politik identitas yang baik dengan memunculkan kekhasan identitas dari suatu kelompok politik.


"Politik identitas menjadi good ketika dia menjadi ciri dari sebuah partai politik atau kelompok politik. Namun tidak membuat dirinya eksklusif dan tak mau mengenal yang lain, sebaliknya mereka telah mampu bersikap inklusif," kata Paloh di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Senin (25/7/2022).


Sebaliknya, Paloh menentang politik identitas yang buruk. Dia mengatakan politik identitas yang buruk akan berujung pada politik kebencian.


"Politik identitas yang buruk atau yang tidak baik adalah kebalikan dari yang baik tadi. Mereka bersikap eksklusif dan tidak mau mengenal yang lain. Yang menjadi masalah adalah politik identitas yang buruk. Dia bukan hanya buruk tapi juga merusak," tandasnya.[wartaekonomi]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam
close