Jasad Brigadir J Setelah Aksi Penembakan Diposting Roslin Emika, ‘Tak Didampingi Keluarga Autopsi Pertama’ - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jasad Brigadir J Setelah Aksi Penembakan Diposting Roslin Emika, ‘Tak Didampingi Keluarga Autopsi Pertama’

Jasad Brigadir J Setelah Aksi Penembakan Diposting Roslin Emika, ‘Tak Didampingi Keluarga Autopsi Pertama’


KONTENISLAM.COM - 
Sebuah postingan di akun facebook Roslin Emika mengejudkan netizen tentang Jenazah Brigadir J.  

Dalam postingan tersebut, Roslin Emika yang merupakan saudara dari Brigadir J memposting beberapa foto jenazah Brigadir J setelah penembakan dalam kantong jenazah bewarna biru.

 

Postingan tersebut dituliskan bahwa itu adalah foto jenazah Brigadir J sebelum menjalani autopsi di Jakarta setelah kejadian aksi Polisi tembak Polisi di rumah Irjen Pol Ferdy Sambo.

 

Sedangkan jasad Brigadir J diterima oleh pihak keluarga pada Sabtu 10 Juli dan peti jenazahnya tidak boleh untuk di buka.

 

Hal tersebut tentunya mengundang reaksi dari pihak keluarga Brigadir J.

 

Dalam akun facebook Roslin Emika juga menuliskan menulis : 

 

Sedih nian lah kami nak, lihat kamu dibungkus kayak ini tanpa ada keluarga yang mendampingi, autopsi pertama di Jakarta.

 

Kami nyakin Tuhan akan menolong dan bertindak.

 

Kami harus kuat jadi kami harus minum suplemen biar bisa melihat hasil autopsi yg kedua. 

 

Upload ini ditanggapi dengan 186 komentar dan direaksi oleh 565 orang. 

 

 

Sebelumnya, Nelson Simanjuntak, kuasa hukum keluarga alm Brigadir Yosua Nopyansah Hutabarat alias Brigadir J, mengatakan jenazah Brigadir J diterima keluarga pada Sabtu 10 Juli sekitar pukul 17.00 WIB dan sudah diautopsi sebelumnya.

 

Dilansir oleh jambiekspres.disway.id, saat itu, peti jenazah ikut menyertakan satu bukti penting terkait kasus Brigadir J, yaitu surat sertifikat kosong. 

 

Saat keluarga menerima peti jenazah di rumah duka, tepatnya di Sungai Bahar Muaro Jambi, keluarga juga menerima surat.

 

“Setelah dibuka ternyata isinya kosong melompong, tidak ada,“ ujar Nelson.

 

Kata Nelson, di surat yang diserahkan bersamaan dengan peti jenazah harusnya tertulis, siapa mayat ini, kenapa lebamnya, dianiaya atau bagaimana. 

 

Namun hanya ada tanda tangan dokter dan itupun usia alm Brigadir J tercatat salah.

 

“Usia salah, 28 tertulis 21,  banyak kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan,“ lanjutnya lagi. 

 

Hal ini ikut menjadi salah satu point  yang membuat keluarga menghendaki autopsi ulang, disamping alasan lainnya.

 

Sementara itu, pengamat hukum pidana, Jamin Ginting, dalam acara yang sama, mengatakan harusnya hal itu tidak terjadi jika prosedur autopsi sudah benar.

 

“Outopsi dilakukan atas persetujuan keluarga, kalo keluarga tahu harusnya identitas tidak akan salah,“ lanjut Jamil.

 

Terkait dengan keinginan keluarga melakukan autopsi ulang, peluang hasilnya berbeda dengan hasil autopsi pertama bisa saja terjadi.

 

“Hasil yang benar adalah ketika itu dilakukan mengikuti tata cara prosedur autopsi yang benar. Hasil bisa saja beda tapi tata cara harus diikuti,“ lanjutnya. 

 

Lantas hasil autopsi  mana yang akan diikuti, apabila nanti terdapat hasil yang berbeda pada kasus Brigadir J? 

 

“ Hasil autopsi yang dilakukan sesuai prosedur,“ tegas Jamin.  

 

Mendengar beberapa penjelasan kuasa hukum keluarga alm,  terkait surat kosong, pencatatan usia yang salah, kata Jamin dikhawatirkan autopsi tersebut tidak mengikuti standar prosedur yang  benar. 

 

“Makanya diperlukan sesuatu yang benar, “ lanjutnya lagi. 

 

Tak hanya autopsi ulang, rekonstruksi ulang juga bisa terjadi. Alasannya beragam. 

 

Pertama kata Jamin,  karena setelah dilakukan rekontruksi ternyata tidak komprehensif, masih ada beberapa bagian rekontruksi yg dinyatakan kurang sehingga perlu adanya penambahan atas kekurangan rekonstruksi pertama.

 

Kedua karena ada laporan dari  orang yang dianggap pelaku tapi merasa sebagai korban, sehingga perlu melengkapi informasi yang diterima dalam rekontruksi ulang.

 

Hasilnya nanti akan jadi dasar kuat, terkait kapan waktu terjadi tindak pidana dan tempat terjadi tindakan pidana dan bagaimana pidana itu dilakukan, tambah Jamin lagi. [disway]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam