Kisah Gus Dur Mengusir Maling Dengan Mudah di Pondok Pesantren Tambakberas - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kisah Gus Dur Mengusir Maling Dengan Mudah di Pondok Pesantren Tambakberas

Kisah Gus Dur Mengusir Maling Dengan Mudah di Pondok Pesantren Tambakberas 

KONTENISLAM.COM - Presiden Keempat Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur memiliki cerita-cerita menarik. Baik yang langsung dirasakan sebagian orang, maupun yang didengar dari kerabat-kerabat terdekatnya.

Salah satu kisah menarik adalah, sewaktu Gus Dur masih menuntut ilmu di Pondok Tambakberas.

Kiai sepuh NU Jawa Barat KH Afandi Abdul Muin Syafi’i atau akrab disapa Abah Afandi, pernah bercerita mengenai pengalaman mereka ketika mondok.

Abah Afandi dan Gus Dur merupakan teman akrab sewaktu mondok di Tambakberas. Saat itu Gus Dur ikut pamannya Mbah KH Fattah Hasyim Idris yang merupakan Kiai sepuh pesantren Tambakberas.

Seperti yang dilansir dari laman NU Online, Abah Afandi menceritakan di suatu malam, ia diajak Gus Dur ngopi di warung yang berada di luar area pondok pesantren. Keduanya kembali ke Pondok sekitar pukul 01.00 dini hari.

Ketika sampai di area pondok, Abah Afandi melihat sesuatu yang mencurigakan. Ia memberitahukannya kepada Gus Dur.

“Gus, ada dua orang lebih di sana. Sepertinya pencuri mau memanjat pagar pondok, sampean kejar Gus” kata Abah Afandi

“Sampean saja yang mengejar” jawab Gus Dur dengan santai.

Keduanya saling menyuruh satu sama lain berulang kali dan suara mereka semakin keras. Akibatnya, sang maling tersebut menyadari bahwa ada orang dan melarikan diri.

“Nah praktis khan, cara ngusir malingnya?” ujar Gus Dur sambil tertawa.

“Daripada kita berdua mendekat, jadi babak belur, mendingan kita bisik-bisik yang kencang, maling dengar, jadi kabur, kita pun tidak perlu di tengah malam teriak kencang “maling-maling” yang ganggu orang banyak,” lanjutnya.

Seperti yang diketahui, keakraban keduanya tidak hanya sewaktu mondok. Sepulang Gus Dur berkelana dari di Timur Tengah, Gus Dur sering mengunjungi Abah Afandi di Indramayu, sebaliknya, Abah Afandi sering ke Jakarta menemui Gus Dur.

KH Afandi Abdul Muin Syafi’i sendiri pernah menuntut ilmu di sejumlah pesantren salah satunya di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang mulai tahun 1953 sampai tahun 1962.

Abah Afandi pernah menjadi Pengasuh Pesantren Asy-Syafi'iyyah Kedungwungu, Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat.

Keakrabannya dengan Gus Dur juga terlihat ketika Gus Dur menginap di rumah Abah Afandi selama dua hari. Saat itu Gus Dur dalam rangka menghadiri Muktamar Ke-28 NU di Krapyak, Yogyakarta.

Ketika Gus Dur menjadi Presiden Ke-4 RI, ia pernah mengundang beberapa teman di untuk datang ke istana Negara, salah satunya Abah Afandi.

“Ini, Kiai Afandi Indramayu, teman saya nggudak (mengejar) maling ketika mondok di Tambakberas,” ujar Gus Dur di hadapan para tamu penting Istana Negara.

Sumber: tvOne

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam
close