Muslim Arbi: Sesama Polisi Dibunuh Secara Kejam, Apalagi Terhadap 6 Laskar FPI - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Muslim Arbi: Sesama Polisi Dibunuh Secara Kejam, Apalagi Terhadap 6 Laskar FPI

Anggota tim penyidik Bareskrim Polri memperagakan adegan saat rekonstruksi kasus penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020) dini hari. Rekonstruksi tersebut memperagakan 58 adegan kasus penembakan enam anggota laskar FPI di tol Jakarta - Cikampek KM 50 pada Senin (7/12/2020) di empat titik kejadian perkara. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/aww. 

KONTENISLAM.COM - Pembunuhan secara kejam terhadap Brigadir J atau Nopryansah Josua Hutabarat oleh Bharada E di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo bisa dibandingkan kasus meninggalnya enam Laskar FPI oleh polisi.

“Brigadir J yang dibunuh secara kejam oleh oknum anggota polisi apalagi kasus meninggalnya enam Laskar FPI,” kata pengamat politik Muslim Arbi kepada redaksi SuaraNasional, Rabu (13/7/2022).

Menurut Muslim, publik makin mencurigai meninggalnya Brigadir J di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

“Apalagi pihak kepolisian mengatakan CCTV di rumah Ferdy Sambo rusak tersambar petir. Kasus 6 Laskar FPI CCTV di tempat kejadian juga diambil,” ungkapnya.

Kata Muslim, terbunuhnya Brigadir J di rumah Kadiv Propam Ferdy Sambo memperburuk citra kepolisian.

“Apalagi pihak keluarga Brigadir J mengaku diminta tidak merekam dan didatangi puluhan polisi,” jelas Muslim.

Muslim mengatakan, ada dugaan terbunuhnya Brigadir J tidak sampai menyeret Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

“Ada dugaan anak buah yang dikorbankan,” paparnya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyatakan, Brigadir Josua ditembak mati karena diduga melakukan pelecehan seksual dan menodongkan pistol kepada istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

“Yang jelas begini ya, itu benar melakukan pelecehan dan menodongkan senjata dengan pistol ke kepala istri Kadiv Propam itu benar,” ujar Ramadhan saat dikonfirmasi, Senin (11/7/2022).

Ramadhan menuturkan bahwa fakta itu diketahui berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.

Dua saksi yang diperiksa di antaranya adalah Istri Kadiv Propam dan Bharada E.

“Berdasarkan keterangan dan barang bukti di lapangan bahwa Brigadir J memasuki kamar pribadi Kadiv Propam dan melecehkan istri Kadiv Propam dengan todongan senjata,” ujar Ramadhan. [SuaraNasional]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam