Pesan Terakhir Brigadir J ke Keluarga Sebelum Perjalanan ke Jakarta, Refly Harun: Agak Aneh dan Nggak Lazim - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pesan Terakhir Brigadir J ke Keluarga Sebelum Perjalanan ke Jakarta, Refly Harun: Agak Aneh dan Nggak Lazim

Pesan Terakhir Brigadir J ke Keluarga Sebelum Perjalanan ke Jakarta, Refly Harun: Agak Aneh dan Nggak Lazim 

KONTENISLAM.COM - Advokat Refly Harun menyebut pesan terakhir Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat ke keluarga sebelum perjalanan dari Magelang ke Jakarta agak aneh.

Pasalnya, dalam percakapan terakhir itu, Brigadir J meminta keluarga untuk tidak menghubunginya selama 7 jam karena akan mengawal keluarga atasannya Kadiv Propram Polri Irjen Ferdy Sambo balik ke Jakarta.

"Nih agak aneh juga ya, pesan dari Brigadir J agak aneh. Kenapa aneh, kan dia bisa saja silent walaupun misalnya ada terima telepon ya dia tidak angkat, kan itu biasa saja," ucap Refly dikutip dari kanal YouTubenya, Selasa (19/7/2022).

Refly menyebut hal itu nggak masuk akal, karena ketika bekerja ya bergantung kepada orang yang ditelepon bisa angkat atau tidak.

"Nggak masuk akal rasanya, kan itu tergantung dia, jadi walapun dia di WA atau kemudian ditelpon kan hp bisa disilent," imbunnya.

Refly menambahkan pesan Brigadir J untuk keluarga agar tidak menelpon selama 7 jam itu nggak lazim.

"Karena kematiannya nggak lazim dan kemudian juga hubungan telepon selama 7 jam yang mengatakan hold selama seven hours itu juga nggak lazim, kenapa harus di hold, kan itu biasa saja kalau orang bertugas terima telepon dia tidak angkat dan kebetulan tak bisa mengangkatnya," ucapnya.

Ahli hukum tata negara ini menyebut bahwa masyarakat terus diberikan bukti yang kalau di rangkai lebih masuk akal.

"lagi-lagi ya tanpa bermaksud trial by the society atau trial by the press kita terus mendapatkan bukti-bukti yang kalau dirangkaikan lebih masuk akal kalau memang terjadi hal-hal diluar hukum terhadap Bridir J," ucapnya.

Refly Harun menyebut bahwa Channel Refly Harun Official memberitakan perkembangan yang ada sembari menunggu proses hukum.

"Jadi channel itu hanya mengulangi dan sekedar mengingatkan agar penanganan kasus ini betul-betul berlangsung secara promoter yaitu profesional, modern, dan terpercaya," ucapnya.

Jadi tambah Refly bahwa proses hukum itu tidak menyalahkan orang yang benar dan tidak membenarkan orang yang salah.

"Yang dicari adalah kebenaran, bukan pembenaran, itu yang paling penting," tandasnya.[wartaekonomi]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam