Rocky Gerung Ungkap 2 Fakta Baku Tembak di Rumah Irjen Sambo, Ada yang Sensasional - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Rocky Gerung Ungkap 2 Fakta Baku Tembak di Rumah Irjen Sambo, Ada yang Sensasional

 

KONTENISLAM.COM - Baku tembak antarpolisi yang konon melibatkan Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (8/7) lalu masih menjadi omongan publik.  

Brigadir J yang merupakan ajudan Irjen Sambo dan juga sopir pribadi istri Pak Kadiv, Putri Candrawathi, dikabarkan meninggal di tempat.

 

Pendiri Setara Institute Rocky Gerung pun angkat bicara.

 

Menurutnya pers dan publik harus membedakan antara informasi faktual dengan sensasional dalam insiden itu.

 

"Hal penting adalah memisahkan apa yang sebetulnya sedang diteliti secara saintifik oleh pihak kepolisian, dengan apa yang telanjur dikonsumsi publik sebagai hal yang sensasional," kata Rocky pada Kamis (14/7).

 

Dia menjelaskan setidaknya ada dua fakta dalam kasus itu.

 

Pertama, terdapat korban tewas (Brigadir J) dalam baku tembak tersebut dan menurut Rocky wajar jika pihak keluarga meminta pertanggungjawaban hukum.

 

Rocky menyebutkan fakta kedua, yakni dugaan pelecehan seksual yang mengawali baku tembak.

 

Menurut dia, perlindungan terhadap korban pelecehan seksual dalam hal ini istri Irjen Ferdy Sambo juga harus dihormati.

 

"Jadi, privasi dan memproteksi hak asasi manusia dalam hal ini perempuan yang menjadi korban (pelecehan seksual) itu seharusnya dihormati oleh pers. Publik juga harus menghindari mengonsumsi hal yang sensasional," katanya.

 

Di sisi lain, filsuf kelahiran Manado, 20 Januari 1959 ini menyebutkan keingintahuan masyarakat terhadap peristiwa baku tembak itu adalah hal baik. 

 

Namun, pers juga harus mengedepankan prinsip melindungi privasi atau otoritas tubuh dari korban pelecehan seksual.

 

"Itu (melindungi hak privasi) ada di dalam undang-undang. Penghargaan terhadap profesi wartawan harus diberikan bila jurnalis berhasil memisahkan antara hal yang faktual dan sensasional," tutur Rocky. [jpnn]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam