Kasus Tewasnya Brigadir J, Omongan Pengamat Ngeri: Cara Kerjanya Mirip Mafia, Bersihkan TKP, Hilangkan Barbuk, Buat Alibi, Lengkap! - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kasus Tewasnya Brigadir J, Omongan Pengamat Ngeri: Cara Kerjanya Mirip Mafia, Bersihkan TKP, Hilangkan Barbuk, Buat Alibi, Lengkap!

Kasus Tewasnya Brigadir J, Omongan Pengamat Ngeri: Cara Kerjanya Mirip Mafia, Bersihkan TKP, Hilangkan Barbuk, Buat Alibi, Lengkap!


KONTENISLAM.COM - 
Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menyebut penanganan kasus tewasnya Brigarir Nofriasnyah Yosua Hutabara atau Brigadir J mirip mafia.

Hal ini lantaran simpang siurnya kejadian yang merenggut nyawa ajudan Kadiv Propram Irjen Ferdy Sambo tersebut.

 

"Cara kerjanya mirip mafia. Ada yang membersihkan TKP, menghilangkan barang bukti, membuat alibi, menebar info palsu. Lengkap!" ucapnya dikutip dari Twitter pribadinya, Jumat (5/8/2022).


Cuitan Gigin ditanggapi beragam komentar dari warganet di Twitter.


"Sehingga tidak aneh banyak kasus menguap, pertanyannya pengawasannya bagaimana? apakah terus menjadi superbody?" ucap akun @Altruist2103.


"Baru tahu ada Mafia Hukum, Pantesan sulit membersihkan Korupsi dan Kriminal," beber akun @Pintea38588379.


Kasus yang telah bergulir mampir sebulan ini telah menetapkan Bharada E atau Bhayangkara Dua Richard Elaizer menjadi tersangka kasus pembakan Brigadir J.


Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menyatakan Bharada E tersangka dengan sangkaan Pasal 338. 


"Pasal 338 juncto 55 dan 56 KUHP, jadi bukan bela diri," ucap Andi.


Pernyataan Brigjen Andi yang menyebut Bharada E bukan membela diri berbeda dengan penjelasan awal polisi.


Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel punya analisis perihal tindakan tersangka bukan pembelaan diri. 


Menurut Reza, kalau Bharada E bukan membela diri, maka tak bisa memakai dalih seperti personel polisi dalam kasus penembakan Laskar FPI.


"Bukan membela diri mengindikasikan bahwa situasi saat itu, bagi pelaku, bukanlah situasi hidup atau mati," kata Reza dikutip dari JPNN, Jumat (5/8/2022). [wartaekonomi]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam