Komnas HAM Tak Bisa Sita CCTV-HP Kasus Brigadir J: Kami Tunggu Penyidik - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Komnas HAM Tak Bisa Sita CCTV-HP Kasus Brigadir J: Kami Tunggu Penyidik

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dan Komisioner Komnas HAM Choirul Anam memberikan keterangan pers usai menerima keterangan dari tim Dokkes Polri terkait kasus baku tembak menewaskan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Jumpa pers berlangsung di kantor Komnas HAM, Senin (25/7/2022).


KONTENISLAM.COM - 
Komnas HAM masih mendalami kasus kematian Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat.   

Saat ini Komnas HAM masih menunggu kabar pemeriksaan tim siber dan Labfor Mabes Polri terkait CCTV dan ponsel.

 

"Minggu lalu kita minta, dia cuma bawa sebagian, katanya belum selesai," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2022).

 

Taufan mengatakan, sesuai dengan UU 39 Tahun 1999, Komnas HAM tidak memiliki wewenang menyita CCTV hingga HP terkait kasus tersebut. 

 

Dia menyebut pihaknya hanya dapat menunggu dari tim penyidik Polri.

 

"Kan saya katakan tadi kalau UU 39 tahun 1999 memberikan mandat wewenang kepada Komnas HAM menyita, kami sita. Tapi kan nggak, memang sebaiknya tidak (sita). Nanti kan overlap antara lembaga yang satu dengan lembaga yang lain," katanya.

 

"Jadi keterbatasan Komnas HAM itu karena dia tidak punya wewenang menyita, maka dia menunggu dari penyidik, gitu," sambungnya.

 

Saat ini Komnas HAM masih menunggu kabar terbaru dari tim siber dan Labfor Mabes Polri. 

 

Namun, Taufan mengatakan, jika terdapat upaya men-delay, pihaknya akan melapor kepada atasan mereka di kepolisian.

 

"Kalau penyidiknya bilang Minggu depan ya kami tunggu Minggu depan. Kalau dia undur lagi dua hari, ya kami terpaksa nunggu dua hari lagi. Kalau ternyata kami mencurigai ada upaya-upaya men-delay, kami lapor pada atasannya untuk menegur dia, begitu aja," katanya.

 

Sebelumnya, Komnas HAM memeriksa tim siber dan forensik digital terkait CCTV dan ponsel yang berkaitan dengan tewasnya Brigadir J pada Rabu (27/7). 

 

Komnas HAM mengaku ditunjukkan 20 rekaman CCTV di 27 titik mulai dari Magelang, Jawa Tengah, hingga Duren Tiga, Jakarta Selatan.

 

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (27/7), awalnya menjelaskan bahwa saat ini masih dilakukan proses secara digital terhadap HP dan video CCTV dari Magelang hingga Duren Tiga.

 

"Sedang dilakukan proses secara digital untuk HP dan beberapa yang berhubungan dengan CCTV. Di samping kami dikasih video yang sangat banyak, tapi masih ada satu proses yang memang secara teknologi dan secara mekanisme yang ada di puslabfor memang butuh waktu," kata Anam.

 

Anam mengatakan masih ada 20% lagi yang dibutuhkan untuk memperkuat sisi terangnya peristiwa tersebut.

 

"Ya ini sekitar tinggal 20% lagi yang kami butuhkan untuk memperkuat sisi-sisi terangnya peristiwa," tuturnya. [detik]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam