Peristiwa Polisi Tembak Polisi Terkesan Berbelit-belit, Pakar Hukum Ungkap: Pengakuan Itu Sudah Jadi Alat Bukti! - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Peristiwa Polisi Tembak Polisi Terkesan Berbelit-belit, Pakar Hukum Ungkap: Pengakuan Itu Sudah Jadi Alat Bukti!

Peristiwa Polisi Tembak Polisi Terkesan Berbelit-belit, Pakar Hukum Ungkap: Pengakuan Itu Sudah Jadi Alat Bukti!


KONTENISLAM.COM - 
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menjawab teka-teki dari warganet soal peristiwa polisi tembak polisi yang semakin berbelit-belit hingga lupa pada fokus utamanya yakni menguak siapa dalang dibalik peristiwa yang menewaskan Brigadir Yoshua atau Brigadir J.

Hal tersebut ditanggapi Refly Harun melalui akun YouTube pribadi miliknya. Dalam videonya, Refly Harun menyinggung hal yang seharusnya diutamakan itu.

  

Refly Harun mengungkapkan bahwa pengakuan dari Bharada E setidaknya bisa diproses oleh pihak kepolisian agar peristiwa tersebut tidak semakin ruwet.


"That's point, ya paling tidak pelakunya dulu lah yang di lapangan, yang mengaku ya karena pengakuan itu kan sudah alat bukti," ungkap Refly Harun melalui akun Twitter pribadi miliknya, dikutip Rabu (3/8).


Sebelumnya, salah satu warganet mengatakan bahwa peristiwa polisi tembak polisi tersebut terkesan lucu.


Ia menyebut bahwa hal itu lantaran ada korban namun pelaku justru masih diburu dan bahkan aneh jika sampai tidak ada pelakunya.


"Lucu dan tidak normal akhirnya kalau ada mayat tapi nggak ada pelakunya. Kalau sudah jelas kenapa harus belat belit, yang dalangnya kan bisa belakangan ribet amat sih," ucapnya.


Sebelumnya, menurut Refly Harun, sulit menemukan siapa dalang dibalik peristiwa tersebut semisal dianggap sebagai pembunuhan berencana.


"Karena kalau bisanya dikatakan ini adalah accident tembak-menembak dan membela diri maka bagian membela dirinya sudah void, sudah tidak bisa lagi digunakan karena penjelasan dari Bharada E yang dia melakukan tembakan ketika orang sudah tersungkur itu sudah membuat alasan terpaksa membela diri itu tidak lagi dapat dibenarkan," tutur Refly Harun.

 

Selain itu, Refly Harun menambahkan bahwa hal Bharada E tidak bisa memakai alasan bahwa tembakan yang dilepasnya itu untuk sebuah pembelaan.


"Karena orang sudah tersungkur ditembak dua kali itu namanya sengaja membunuh kalau memang benar keterangannya seperti itu," imbuh Refly Harun.[wartaekonomi]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam
close