Selain Brigadir J, Bharada E dan Putri Candrawathi Juga Berpotensi Jadi Korban, Kok Bisa? Terus Siapa Pelakunya? Begini Kata Pakar - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Selain Brigadir J, Bharada E dan Putri Candrawathi Juga Berpotensi Jadi Korban, Kok Bisa? Terus Siapa Pelakunya? Begini Kata Pakar

Selain Brigadir J, Bharada E dan Putri Candrawathi Juga Berpotensi Jadi Korban, Kok Bisa? Terus Siapa Pelakunya? Begini Kata Pakar


KONTENISLAM.COM - 
Kasus tewasnya Nofryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J masih menyimpan teka-teki. Pihak keluarga almarhum belum menerima keterangan dari Polri bahwa Brigadir J tewas dalam baku tembak dengan Bharada E.

Termasuk soal dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Kadiv Propam Nonaktif, Irjen Ferdi Sambo, yakni Putri Candrawathi.


Berkomentar soal itu, pakar hukum Refly Harun menyampaikan analisis mengejutkan. Menurut Refly, selain Brigadir J kemungkinan ada orang lain yang berpotensi menjadi korban.

 

Orang itu adalah istri Kadiv Propam Nonaktif, Irjen Ferdi Sambo, yakni Putri Candrawathi dan terduga pelaku penembakan yakni Bharada E.


“Tiga orang ini potensial menjadi korban. Pertama adalah Brigadir J sudah jelas korban, ya paling tidak dia adalah korban penembakan. Kedua, Putri Candrawathi bisa Jadi kalau memang skenario atau cerita tentang kekerasan seksual itu ada, dia juga korban. Ketiga, Bharada E bisa juga menjadi korban, seandainya ada cerita lain di mana dia dipaksa untuk mengakui itu,” jelas Refly di kanal YouTube pribadinya, Senin (1/8/2022).


Menurut Refly, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah siapa otak pelaku utama di balik tewasnya Brigadir J serta motifnya.


“Nah makanya masih dalam tanda tanya. Siapa sesungguhnya pelaku yang utamanya, siapa yang sesungguhnya korban, dan dalam kasus apa konteksnya. Yang sudah pasti korban adalah brigadir J Itu sudah pasti korban dia,” kata Refly.


Sementara itu, Kasus tersebut memasuki babak baru setelah Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengambil alih penanganannya dari Polda Metro Jaya ke Bareskrim, Mabes Polri.


Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, alasan Bareskrim mengambil alih kasus ini dalam rangka efisiensi dan efektivitas penyidikan.

 

Kata Dedi, penanganan kasus Brigadir J kini digabungkan dengan tim khusus yang telah dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.


"Dalam rangka efesiensi dan efektifitas menejemen penyidikan, disatukan dengan tim sidik timsus," ujarnya. [wartaekonomi]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam