Sepekan Sebelum Tewas, Pengacara Ungkap Brigadir J Terima Ancaman Pembunuhan dari Skuad Lama, Motifnya Karena.. - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sepekan Sebelum Tewas, Pengacara Ungkap Brigadir J Terima Ancaman Pembunuhan dari Skuad Lama, Motifnya Karena..

Sepekan Sebelum Tewas, Pengacara Ungkap Brigadir J Terima Ancaman Pembunuhan dari Skuad Lama, Motifnya Karena..


KONTENISLAM.COM - 
Kuasa Hukum Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, Kamaruddin Simanjutak mengungkapkan bahwa Brigadir J mendapat ancaman pembunuhan sepekan sebelum tewas. Menurutnya, ancaman itu datang dari “skuad lama”, yakni sesama ajudan Irjen Ferdy Sambo.

Kamaruddin mengatakan, hal itu diketahui dari penuturan kekasih Brigadir J. Sebelum peristiwa penembakan terjadi, Brigadir J sempat bercerita dengan kekasihnya bahwa dia akan dibunuh.

 

“Di bulan Juni 2022, sekitar seminggu sebelum Pembunuhan itu. Dia curhat kepada kekasihnya bahwa dia akan pergi meninggalkan kekasihnya. Awalnya kekasihnya ini mengira bercanda tetapi karena dia nangis-nangis menyampaikannya, bahkan dia sudah pamitan memohon maaf atas segala kekhilafan atau dosa yang diperbuat,” kata Kamaruddin saat diwawancara salah satu stasiun televisi swasta, Selasa (2/8/2022).


Kemudian, setelah mendengar cerita itu, kekasih Brigadir J bertanya soal “skuad lama” dan “skuad baru”. Menurut Kamaruddin, keduanya sudah saling memahami istilah “skuad lama” dan “skuad baru”.


“Di antara mereka ini sudah paham yang mana itu skuad lama yang mana skuad baru. Maksudnya skuad lama dan baru itu adalah ajudan, sesama ajudan,” jelasnya.


Menurut Kamaruddin, ancaman itu lantaran ada rasa iri terhadap prestasi Brigadir J selama menjadi anggota Polri.


“Diancam dibunuh oleh sesama ajudan karena dia berprestasi dan disayang oleh komandannya, yakni Irjen Sambo,” ucapnya.


Sementara itu, Kasus tersebut memasuki babak baru setelah Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengambil alih penanganannya dari Polda Metro Jaya ke Bareskrim, Mabes Polri.


Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, alasan Bareskrim mengambil alih kasus ini dalam rangka efisiensi dan efektivitas penyidikan.

 

Kata Dedi, penanganan kasus Brigadir J kini digabungkan dengan tim khusus yang telah dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.


"Dalam rangka efesiensi dan efektifitas menejemen penyidikan, disatukan dengan tim sidik timsus," ujarnya.[wartaekonomi]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam
close