Ternyata, Jet Pribadi T7-JAB Bukan Hanya Digunakan Anak Buah Ferdy Sambo tapi Juga Menterinya Jokowi - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ternyata, Jet Pribadi T7-JAB Bukan Hanya Digunakan Anak Buah Ferdy Sambo tapi Juga Menterinya Jokowi

ternyata-jet-pribadi-t7-jab-bukan-hanya-digunakan-anak-buah-ferdy-sambo-tapi-juga-menterinya-jokowi 

KONTENISLAM.COM - Jet pribadi T7-JAB yang diduga digunakan anak buah Ferdy Sambo, Brigjen Pol Hendra Kurniawan ke Jambi pada 11 Juli 2022, ternyata pernah digunakan oleh Menteri Kabinet Indonesia Maju.

Keterangan itu diungkap Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengatakan Boyamin Saiman dalam Kompas Petang KOMPAS TV, Rabu (22/9/2022).

“Saya punya foto dua tempat, satu di Aceh, satu di Purwokerto, dipakai menteri kabinet kita,” ungkap Boyamin Saiman.

Namun, kata Boyamin Saiman, saat ini jet pribadi T7-JAB sudah tidak ada di Indonesia dan berada di Eropa.

“Sudah di Eropa hari-hari ini, sudah semakin menjauh dari Indonesia, sudah bergeser ke Thailand, Thailand terus Dubai, Dubai baru Eropa, jadi nampaknya hari-hari ini sudah di Eropa, dijauhkan dari Indonesia, kira-kira begitu,” kata Boyamin Saiman.

Boyamin menduga jet pribadi T7-JAB entitasnya dimiliki oleh perusahaan tambang batu bara di Kalimantan.

“Kira-kira yang membeli lah, yang memiliki, yang memasokkan ke Indonesia, operatornya namanya PT AA,” ucap Saiman.

Jadi dalam penggunaan jet pribadi T7-JAB, Boyamin menilai hanya kemauan baik dari penegak hukum terutama kepolisian, baik Irsus (inspektorat khusus) maupun Timsus atau pun Irwasum (inspektorat pengawasan umum) untuk melacak.

“Karena apa pun ini adalah berkaitan dengan tidak tugas negara, paling tidak bisa bisa dianggap dugaan gratifikasi fasilitas,” kata Boyamin.

“Karena kalau itu dianggap sewa, minimal Rp50 juta per jam, kira-kira ke Jambi itu ya bisa persiapan, terbang, terus turun di sana, terus balik lagi, ya 3 jam lah minimal, berarti Rp150 juta lah, nah Rp150 juta itu angka di atas gratifikasi, karena Rp500.000 kalau gratifikasi itu maksimal.”

Namun, lanjut Boyamin, jika penggunaan jet pribadi T7-JAB dibayar dengan kantong pribadi, tentu saja itu tidak masuk ke dalam unsur gratifikasi.

“Tapi kalau itu ternyata gratisan karena disediakan pihak lain maka bisa menjadi dugaan gratifikasi jadinya. Setidaknya gratifikasi itu kan sederhana bagi yang menerima 30 hari tidak melaporkan ke KPK bisa dianggap gratifikasi dan bisa saja kalau didalami ada konflik kepentingan dan segala macam,” ucap Boyamin.

Soal Jet Pribadi yang Digunakan Brigjen Hendra ke Jambi, Alvin Lie: Datanya Ada di Kemenhub

Pemerhati penerbangan Alvin Lie mengatakan, penumpang jet pribadi T7-JAB pada 11 Juli 2022 tujuan ke Jambi bisa dengan mudah diketahui.

Data manifest atau penumpang jet pribadi T7-JAB tujuan Jambi pada 11 Juli 2022 tercatat di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Pernyataan itu disampaikan Alvin Lie menyoal anak buah Ferdy Sambo, Brigjen Pol Hendra Kurniawan yang diduga menjadi penumpang jet pribadi T7-JAB tujuan ke Jambi untuk menyambangi keluarga Brigadir J.

“Data-data itu semuanya ada di Kementerian Perhubungan khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, siapa yang menyewakan, kemudian juga logbook atau pergerakan pesawat tersebut bisa dicek di Air Nav,” kata Alvin dalam Kompas Petang KOMPAS TV, Rabu (22/9/2022).

Menurut Alvin Lie, kepolisian tentu saja punya kewenangan untuk mengetahui siapa penumpang jet pribadi T7-JAB pada 11 Juli 2022.

“Itu data-datanya manifestnya pada ada, dari mana kemana, di dalam pesawat ada berapa orang, perusahaan yang menyewakan wajib punya catatan tersebut dan kepolisian berhak untuk membuka catatan-catatan tersebut,” ucap Alvin Lie.

Dalam keterangannya, Alvin Lie menjelaskan jet pribadi T7-JAB yang dioperasikan di Indonesia teregistrasi menggunakan negara lain.

Hal tersebut ditunjukkan pada kode T7 pada jet pribadi yang artinya pesawat tersebut hanya sementara berada di Indonesia.

“Dan kemungkinan pesawat tersebut juga disewa oleh perusahaan charter di Indonesia hanya untuk satu tahun setelah itu dikembalikan lagi sehingga tidak perlu diregistrasi dengan PK,” kata Alvin Lie.

Alvin menuturkan kode T7 dalam jet pribadi T7-JAB, merupakan kode negara dan pesawat tersebut teregistrasi di San Marino.

“Ini menarik karena San Marino negara kecil dan tidak punya bandara, walaupun mereka punya pesawat-pesawat yang diregistrasi di San Marino tetapi mendaratnya di kota terdekat di Italia, di Rimini kalau enggak salah,” ungkap Alvin Lie.

Meski dapat mengungkap data manifest, Alvin Lie menuturkan untuk mengetahui siapa pemilik jet pribadi T7-JAB tidak bisa diketahui.

Sebab biasanya, kata Alvin, pemilik dapat meminta identitasnya untuk tidak terpublikasi.

“Tetapi pada umumnya pesawat-pesawat ini adalah milik perusahaan-perusahaan dan kalau dari penulusuran saya, pesawat T7-JAB ini kelihatannya sudah masuk Indonesia sejak September 2021, jadi satu tahun dan sudah meninggalkan Indonesia awal September ini,” kata Alvin Lie. [kompastv]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam
close