Kilas Balik Skandal Buku Merah, Novel Baswedan Ungkit Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi - Konten Islam
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kilas Balik Skandal Buku Merah, Novel Baswedan Ungkit Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

KONTENISLAM.COM - Sudah sejak lama perkara dugaan penganiayaan eks penyidik senior KPK Novel Baswedan resmi dihentikan Kejaksaan Agung (Kejagung).

 

Waktu itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Noor Rohmat menyebut kalau kasus penganiayaan tersebut dihentikan karena tidak adanya cukup bukti kuat.

 

Selain itu, perkara yang menimpa Novel Baswedan itu juga dianggap sudah masuk ke dalam kategori sudah habis tempo atau kedaluwarsa.

 

"Dihentikan penuntutannya dengan alasan karena tidak cukup bukti dan karena demi hukum sudah kedaluwarsa," kata Noor Rohmat di Kejagung, Senin 22 Februari 2016.

 

Meski sudah dihentikan dan ditutup, tetap saja sampai dengan saat ini perkara dugaan penganiayaan dari Novel Baswedan menyimpan 'misteri' yang dalam.

 

Sebanarnya, siapa pihak yang dengan tega menyiram air keras ke wajah Novel Baswedan? 

 

Adakah sangkutpautnya dengan kasus-kasus sebelumnya yang pernah ia tangani?

 

Tiga tahun lalu, tepatnya pada 2019, Novel Baswedan pernah mengatakan bahwa ada Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) lupa untuk mengukit satu kasus yang pernah ia tangani sewaktu masih menjabat sebagai penyidik KPK.

 

Sepupu dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan itu menuturkan kalau TGPF lupa untuk mengungkit kasus "Buku Merah" dalam temuannya.

 

Dugaan dari TGPF Novel Baswedan ada 6 kasus tingkat tinggi (high profile) yang jadi motif dari penyiraman air keras ke Novel.

 

Lima kasus di antaranya yakni kasus yang pernah ditangani Novel saat menjabat sebagai penyidik KPK:

 

1.) Dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP)

2.) Kasus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar

3.) Kasus Mantan Sekjen MA, Nurhadi

4.) Kasus korupsi mantan Bupati Buol, Amran Batalipu

5.) Kasus korupsi Wisma Atlet.

 

Sebenarnya ada satu kasus lagi, tetapi kasus yang satu ini ternyata tidak ditangani Novel sebagai penyidik KPK.

 

Meski demikian TGPF sempay menyebut bahwa satu kasus itu diduga tetap masih berkaitan.

 

Kasus yang dimaksud adalah 'penembakan pelaku pencurian sarang burung walet di Bengkulu pada 2004'.

 

Novel Baswedan sempat mengingatkan, kalau tim gabungan lupakan satu kasus yang diduga bisa menjadi motif penyerangan dirinya.

 

Maksud dari cucu Pahlawan Nasional Abdurrahman Baswedan itu yaitu kasus suap impor daging, tersangkanya Basuki Hariman.

 

Kasus suap daging impor yang kemudian berkembang menjadi kasus yang identik dengan "buku merah" meyeruak lantaran ada catatan berisi daftar para penerima suapnya.

 

"Kasus ini tidak disampaikan dalam rilis. Saya hanya mengingatkan barangkali TGPF lupa," kata Novel Baswedan, saat menghadiri program "Mata Najwa" di kanal YouTube Narasi TV diunggah pada Kamis, 25 Juli 2019 lalu.

 

Dalam wawancara yang lain, Novel Baswedan juga pernah menyinggung soal kasus skandal buku merah karena tim gabungan tak mendalami dugaan skandal buku merah.

 

"Begini, tim gabungan pernah berbicara atau tim pakar pernah bicara kepada pimpinan KPK dan saya di sana. Dan mereka awalnya itu justru meyakini atau lebih kuat kasusnya terkait dengan kasus daging atau istilahnya ada kaitan, ada skandal 'buku merah' di sana," kata Novel, dikutip dari kanal YouTube Official NET News.

 

Ia menganggap cara kerja tim gabungan yang tidak terstuktur sehingga kasus penyiraman air keras kepada dirinya sangat sulit untuk diungkap kebenarannya.

 

"Sekarang kasus itu tak disebut, nah sekarang kalau ditanya saya, saya tak ingin bicara spekulasi soal itu karena apa? Mengungkap pelaku demikian, 'street crime' kejahatan jalanan ini haruslah dimulai dari TKP dan pelaku lapangan," tutur Novel.

 

Terakhir, Novel Baswedan bahkan juga sampai membandingkan dengan kasus pembunuhan wartawan veteran asal Arab Saudi, yakni Jamal Ahmad Khashoggi.

 

Menurutnya, apabila cara pengusutan kasus pembunuhan Jamal Khashoggi dilakukan dengan langkah yang sama seperti kasus penyiraman air keras dirinya, maka dipastikan pelaku tak akan pernah bisa terungkap.

 

"Anda bayangkan seandainya kasus Khashoggi, yang pembunuhan yang terjadi di Turki itu kemudian investigatornya seperti ini cara kerjanya, mengatakan 'oh ini ada kaitan dengan peejabat negara' dan lain-lain," tandas Novel.

 

"Kira-kira terungkap nggak? Saya pastikan tidak, ini sudah dua tahun lebih dan kelakuannya begini, apa yang mau diharapkan? Jadi saya kira, saya kasihan ketika kerjanya (tim gabungan) hanya cuma seperti itu, akan timbul persepsi yang buruk buat tim ini." tutupnya.

 

Sekadar informasi, Jamal Ahmad Khashoggi merupakan wartawan Saudi, kolumnis Washington Post, penulis, dan mantan manajer umum dan pemimpin redaksi Al Arab News Channel.

 

Khashoggi dibunuh pada 2 Oktober 2018 dan tubuhnya dipotong-potong pasca mengambil dokumen di konsulat Saudi di Istanbul, Turki. [disway]

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam | Ikuti Kami di Facebook: Berita Indonesia | Flow Twitter Kami: @kontenislam_com

Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam
close