Ini Sederet Peristiwa tentang Upaya Mengalienasi Anies Baswedan
Table of Contents

KONTENISLAM.COM - Jika penguasa sadar diri, tentulah akan berbesar hati mengakui bahwa Anies Baswedan berperan sangat penting dalam mengantar dirinya ke singgasana istana. Sebab saat itu Anies didaulat menjadi Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-JK pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.
Mulanya, Anies Baswedan adalah rektor di Universitas Paramadina, Jakarta. Menjelang perhelatan Pilpres 2014, Joko Widodo (Jokowi) lantas menghubunginya melalui sambungan telepon dan langsung meminang untuk menjadi juru bicara. Sebagai bentuk penghormatan, Anies Baswedan pun menerimanya dengan tulus.
Jokowi menyadari bahwa pendiri Indonesia Mengajar itu memiliki kharisma yang kuat dibanding dirinya. Bahkan dalam kesempatan doorstop satu dekade silam, dia pun memujinya. “Pak Anies, yang pertama, lebih ganteng dari saya. Itu jelas. Yang kedua, pinter, pandai, cerdas. Ya, intelektual muda kita lah,” pujinya dalam sebuah video lawas yang beredar, dikutip KBA News, Kamis, 6 Juli 2023.
Melalui Anies, Jokowi merasa terbangun kepercayaan dirinya untuk mendatangi kampus, lalu berbicara di hadapan mahasiswa dan media. Anies adalah juru bicara yang andal. Dia ciptakan slogan “Orang baik pilih orang baik” yang mampu ‘menyihir’ jutaan rakyat Indonesia untuk memilih sosok yang baru tampil di etalase publik.
Namun ibarat bunyi pepatah air susu dibalas air tuba, mantan Wali Kota Solo itu mulai mengambil jarak dengan tokoh yang pernah membesarkannya. Tanpa dalil yang benderang untuk disampaikan, tugas Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan akhirnya dicukupkan.
Tampaknya Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017 menjadi titik awal alienasi terhadap Anies Baswedan. Apalagi setelah menjadi Gubernur DKI Jakarta belasan pulau reklamasi berakhir di tangan Anies. Maka suami Fery Farhati itu menjadi bulan-bulanan, mulai dari kritik tiada henti dari dua parpol di DPRD hingga ocehan dan fitnah buzzerRp.
Sabtu, 17 Februari 2018, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dilarang Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) turun ke podium untuk memberi ucapan selamat atas keberhasilan tim sepakbola Persija Jakarta yang berhasil menjadi juara di Piala Presiden.
Sabtu, 4 Juni 2022, penyelenggaraan balapan Formula E yang merupakan hajatan berskala internasional namun tidak ada satupun sponsor dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Berbeda dengan gelaran MotoGP di Mandalika, Formula E terasa diboikot dukungan pendanaannya.
Ahad, 1 Januari 2023, “Pemberitahuan efektif mulai 1 Januari 2023, layanan paket internet gratis JakWIFI di area ini telah dihentikan oleh Pemprov DKI Jakarta,” demikian bunyi informasi terkait terminasi layanan internet gratis yang sebelumnya difasilitasi saat Anies Baswedan menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Jum’at, 11 November 2022, anggaran jalur sepeda yang terdapat dalam Rancangan Pembangunan Daerah (RPD) DKI Jakarta 2023-2026 yang sebelumnya disusun oleh Anies Baswedan akhirnya dihapus. Keputusan itu diambil dalam rapat kerja antara Komisi B dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta di Grand Cempaka Resort, Bogor, Jawa Barat.
Rabu, 28 Juni 2023, menurut keterangan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo, Jokowi meminta agar Jakarta International Stadium (JIS) segera direnovasi agar layak dijadikan sebagai venue Piala Dunia U-17 2023. Jokowi memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk segera eksekusi hal tersebut.
Selasa, 4 Juli 2023, JIS ‘dikeroyok’ oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir, dan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Dalilnya, rumput di stadion JIS belum sesuai dengan standar FIFA.
Akankah sederet atraksi politik di atas, termasuk isu penjegalan dan jeratan hukum kepada Anies Baswedan menjadi kenyataan? Apakah selamanya politik itu kejam, persis seperti sebait lirik lagu milik Iwan Fals? Apakah hal seperti ini layak dipertontonkan di saat rakyat kesusahan?
Sumber: kba