Jika Jadi Presiden, Anies Siap Tuntaskan Warisan Utang Jokowi Rp7.805 Triliun



[KONTENISLAM.COM]  Per 30 Juni 2023, utang pemerintah terus menggunung hingga Rp7.805,19 triliun.

Tumbuh Rp5.197,19 triliun dibandingkan ketika Presiden Jokowi awal berkuasa sebesar Rp2.608 triliun. Warisan berat untuk presiden setelah Jokowi?

Jika terpilih menjadi presiden 2024-2029, Anies Baswedan, bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan, siap menyelesaikan masalah utang, serta defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Soal ruang fiskal terbatas, tapi kita enggak mau dari utang. Kami melihat problem, bukan nominalnya. Tapi persentase (rasio utang terhadap PDB),"  kata Anies dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Rabu (8/11/2023).

Selanjutnya, Anies membongkar permainan angka yang tujuannya untuk memperbesar utang.  "Bicara utang itu rasio utang ke PDB (produk Domestik Bruto).

Sekarang 39 persen, didorong maksimal 30 persen. Tapi caranya PDB digedein. Otomatis, persentase (rasio utang) turun," kata Anies.

Anies juga akan mendorong harmonisasi pemerintah pusat dan daerah, bersama pihak swasta. Harapannya, bisa meningkatkan penerimaan negara.

Serta kebijakan tax cadaster untuk mendorong industrialisasi yang berujung kepada naiknya pendapatan negara.

"Menurut dana moneter internasional (IMF), tax ratio yang ideal itu 15 persen. Jadi, kita (target) 13 sampai 15 persen. Benar-benar kita dorong pemanfaatan APBN untuk pertumbuhan dan pemerataan ekonomi," kata Anies.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini, ancang-ancang melakukan reindustrialisasi yang dipercaya bakal menciptakan 15 juta lapangan kerja baru sampai 2029. .

"Kita harus lanjutkan hilirisasi sambil dorong reindustrialisasi yang teman-teman ekonom ungkapkan berkali-kali. Hilirisasi tidak usah dihentikan, tapi itu tidak cukup. Harus ada reindustrialisasi yang ini mudah-mudahan akan bisa ciptakan 15 juta lapangan pekerjaan di 5 tahun ke depan," tuturnya.

Soal utang yang terus menggunung, Presiden Jokowi tak pernah risau. Tahun depan, pemerintah bakal menarik utang baru yang angkanya lumayan jumbo. Rp648,1 triliun. Hingga Jokowi lengser, bisa jadi mewarisi utang lebih dari Rp8.500 triliun.

Saat menyampaikan pidato RAPBN 2024 serta Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/8/2023), Jokowi menyatakan, utang Rp7.805,19 triliun, masih cukup aman. Memang naik jika dibandingkan utang Mei 2023 senilai Rp7.787,51 triliun.

Tapi ya itu tadi, semuanya masih aman. Alasan Jokowi, rasio utang terhadap produk domestik bruto atau PDB, mencapai 37,8 persen. Turun ketimbang rasio utang terhadap PDB pada 2021, sebesar 40,7 persen.

Selanjutnya, Jokowi pamerkan capaian rasio utang Indonesia yang terendah di antara negara anggota G20 dan ASEAN. Malaysia saja, rasio utang terhadap PDB-nya mencapai 66,3 persen.

Atau, China yang menjadi sumbu ekonomi Indonesia saat ini, rasio utangnya 77,1 persen. India lebih parah lagi, rasio utangnya 83,1 persen.

“Rasio utang Indonesia juga salah satu yang paling rendah di antara kelompok negara G20 dan ASEAN. Bahkan menurun dari 40,7 persen PDB pada 2021, menjadi 37,8 persen di Juli 2023,” kata Jokowi. [inilah]

Ikuti kami di channel Whatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029VaMoaxz2ZjCvmxyaXn3a | 

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam


Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam

Ikuti Kami Di Goole News : Google News Konten Islam

close