Bawaslu Dikrikik dalam Penanganan Dugaan Pelanggaran Prabowo-Gibran

Bawaslu Dikrikik dalam Penanganan Dugaan Pelanggaran Prabowo-Gibran

[KONTENISLAM.COM]  Pegiat media sosial Tonanda Putra mengkritik Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam penanganan dugaan pelanggaran pasangan nomor urut dua Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Pasalnya dalam penanganan dugaan pelanggaran netralitas kepala daerah, Bawaslu tidak memberikan sanksi tegas kepada Prabowo-Gibran, sehingga Tonan merasa ujung-ujungnya tetap sama seperti dugaan pelanggaran lainnya.

"Ketika ada pelanggaran netralitas kepala daerah Bawaslu juga tidak memberikan sanksi tegas, padahal pelanggaran tersebut sudah terang benderang jadi kosumsi publik," ujarnya dikutip dari YouTube 2045 TV, Jumat (8/12).
 
"Pelanggaran demi pelanggaran hanya dikaji-kaji saja dan ujung-ujungnya cuma dianggap bukan pelanggaran, seenaknya peristiwa yang sudah terang benderang dengan bukti-bukti yang bertebaran malah dibikin buram," imbuhnya.

Menurutnya hal tersebut terjadi karena Gibran merupakan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), sehingga untuk kemenangannya, lembaga negara dikerahkan, namun ini tidak akan bertahan lama.

"Beginilah yang terjadi kalau anak presiden ikut Pilpres ketika orang tuanya sedang menjabat, semua alat negara mesti didaya gunakan sebesar-besarnya untuk kemenangan sang anak walaupun dibantah tetap saja aroma bau busuk tidak bisa ditutupi terus menerus," tandasnya.

Sementara itu, baru-baru ini Gibran dianggap menggunakan anak-anak untuk kampanye berdasarkan kegiatannya di Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat, 1 Desember 2023, cawapres nomor urut dua itu meminta anak-anak untuk naik ke atas panggung serta membagikan buku dan susu.

"Anak-anak ke panggung, sini saya bagikan buku. Susunya nanti juga dibagikan," kata Gibran saat menghadiri undangan Relawan Jokowi Bergerak Bersama Prabowo di RT. 013/RW. 011 Kelurahan Penjaringan, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat petang dikutip dari Tempo.
 
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI Sylvana Maria menilai apa yang dilakukan Gibran merupakan pelanggaran.

“Ini pelanggaran,” kata dia saat dihubungi TEMPO pada Senin, 4 Desember 2023.

Lebih lanjut, ia mengatakan sudah berkoordinasi dengan seluruh Tim Pemenangan Nasional (TPN) dan Tim Kampanya Nasiona (TKN), termasuk dari tim Prabowo-Gibran untuk menyepakati komitmen bersama terkait pemilu ramah anak.

Sylvana memberikan peringatan kepala TKN pasangan calon nomor urut dua itu usai apa yang dilakukan Gibran, agar mereka lebih serius melindungi anak dan mencegah terjadinya penyalahgunaan anak untuk Pilpres 2024.

“Khususnya selama masa kampanye. Baik pelibatan anak atau sama dengan penyalahgunaan anak, oleh internal partai politik/capres-cawapres/TKN, maupun pelibatan anak oleh konstituen/simpatisan capres-cawapres/parpol,” ucap dia. [Populis]

Ikuti kami di channel Whatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029VaMoaxz2ZjCvmxyaXn3a | 

Ikuti kami di channel Telegram : https://t.me/kontenislam


Download Konten Islam Di PlayStore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cleova.android.kontenislam

Ikuti Kami Di Goole News : Google News Konten Islam

close